Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 95.00 โ 95.20 Target : 1) 94.00 2) 93.00 SL : 96.20 Alternatif : Follow SELL jika tembus 87.00 Switch to BUY jika tembus 98.50 Alternatif SELL : 95.75-97.97 Cermati perkembangan AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4799.00 โ 4801.00 Target : 1) 4807.00 2) 4813.00 SL : 4793.00 (ideal 3-5 points di bawah 4792) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4855 Switch to SELL jika tembus 4730 Opsi buy : 4791-4816 (merah), 4746-4759 (orange), 4554-4608 (coklat), 4400-4420 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Imbal hasil Treasury AS 10 tahun ditutup turun, dan dolar ikut melemah. Kondisi ini membuktikan gap yang sempat terjadi baik di dolar, imbal hasil Treasury, bahkan emas berhasil ditutup di hari yang sama, dan blokade Selat Hormuz oleh AS tidak terlalu pengaruhi sentimen pasar yang di saat bersamaan masih memandang optimis terhadap potensi perdamaian dalam waktu dekat.
Gencatan senjata yang disepakati 2 minggu, terhitung sejak pengumuman 8 April yang lalu, tetap berlaku sehingga investor relatif tenang, meski pertemuan akhir pekan lalu dianggap gagal mencapai kesepakatan.
Trump resmi memerintahkan armada militer AS untuk memblokade Selat Hormuz untuk per jam 10.00 ET (sekitar jam 21.00 WIB, Senin 13 April 2026). Blokade dimaksudkan untuk memberi efek tekanan pada Iran supaya bersedia membuka jalur Selat Hormuz secara utuh, sedangkan kapal tanker lain tidak terpengaruh blokade.
Kedua belah pihak yang berkonflik sama-sama menunggu siapa yang melanggar gencatan senjata. Jika Iran menyerang kapal AS, maka gencatan senjata dianggap batal. Demikian sebaliknya, jika AS menyerang kapal Iran. Sedangkan di posisi lain, Israel siaga untuk segala kemungkinan, termasuk serangan kembali ke Iran jika dianggap Iran melanggar gencatan senjata.
Pasar mencerna hal itu tidak lebih dari drama politik yang dilakukan AS. Mereka melihat tidak ada gejolak yang berarti pasca pertemuan 21 jam para delegasi perwakilan kedua negara di Pakistan akhir pekan. Seiring berjalannya waktu, semakin jelas bahwa negosiasi sedang berlangsung, dan Trump menyampaikan beberapa pandangan positif.
Pembicaraan memang berakhir tanpa kesepakatan, tapi pintu dialog lebih lanjut tetap terbuka. Kedua belah pihak seperti dilaporkan sebelumnya, โhampir mencapai kesepakatanโ sampai akhirnya menemui jalan buntu untuk 2-3 poin yang belum terselesaikan. Permasalahan utama meliputi program nuklir (pengayaan uranium), pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan semua sanksi.
Kabar terbaru menyebut AS dan Iran akan kembali bertemu di hari Kamis, dan kali ini Mesir dan Turki menjadi opsi Mediator sekaligus tuan rumah selain Pakistan. Rusia juga bersiap untuk menjadi mediator jika diperlukan. Kabar ini tentunya meredam semua kekhawatiran market dan membuat emas tetap berada di sisi resistance.
Data PPI jam 19.30 WIB kemungkinan akan menjadi perhatian lebih dulu sebelum kembali ke fokus utama perkembangan geopolitik. Sama halnya dengan minggu lalu saat data CPI maupun PCE akan rilis, pasar biasanya mencermati lebih dulu data tersebut. Secara teori, jika data lebih kuat, maka emas berpotensi turun. Dan sebaliknya, jika data lebih lemah, maka emas berpotensi naik.
Tapi kali ini bukan sekedar data. Pasar mungkin hanya akan merespon terbatas terhadap hasil data ekonomi yang dirilis nanti malam, di tengah penantian mereka terhadap perkembangan situasi geopolitik. Idealnya, selama gencatan senjata tidak dilanggar kedua kubu, termasuk Israel, maka sentimen pasar saat ini terhadap geopolitik cenderung optimis positif. Itu berarti dampak data PPI yang kuat atau lebih kuat dari ekspektasi kemungkinan hanya akan menyebabkan penurunan terbatas pada emas sebelum akhirnya kembali ke harapan optimis dari diplomasi AS dan Iran.
Dengan kata lain, kemungkinan tekanan turun untuk emas relatif terbatas selama tidak ada konflik geopolitik yang membatalkan gencatan senjata yang disepakati minggu lalu.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish, dan di atas MA 100 yang saat itu di 4684, yang berarti bullish masih on the track lanjutkan kenaikannya. MA 100 saat ini ada di 4691, dan harga dibuka di 4752 sehingga secara teknis cenderung mendukung untuk kenaikan berikutnya. Resistance terdekat akan berada di 4780 dan 4809 sebelum akhirnya berhadapan dengan resistance psikologis 4850. Kenaikan semakin kuat selama geopolitik reda, dan sejauh ini didukung oleh kabar bahwa pembicaraan AS dan Iran diperkirakan bisa kembali terjadi di hari Kamis.
Di sisi lain, penurunan akan lebih dominan jika terjadi penurunan di bawah MA 100 dengan target potensial di 4644 dan 4624. Dan tekanan akan lebih kuat jika geopolitik kembali memanas dan membuat tekanan lebih lanjut hingga zona 4554 dan 4475.

H4 menunjukkan gap yang terjadi di pembukaan Senin langsung ditutup di hari yang sama, dan level terendah saat itu 4644 sama sekali tidak berubah karena penurunan atau swing low di malam hari tertahan di 4703 dan secara bertahap lanjut naik hingga sesi Asia pagi ini ke zona 4776. Dengan demikian potensi kenaikan selanjutnya berhadapan dengan resistance 4780 dan 4800 dalam waktu dekat.
Secara hitungan, swing low kemungkinan diharapkan terbatas, dengan zona terjauh masih melirik zona orange 4657-4718 sebagai zona support yang dianggap paling kuat, atau zona swing low terdekat di 4700-4715 (swing low terakhir tadi malam sebelum penutupan di 4703). Dengan pertimbangan itu, maka area kedua zona merupakan zona demand atau buy yang paling potensial. RSI juga berada di 58% yang berarti sedikit di atas zona tengah 50%, dan memperkuat alasan tren tetap naik.
Selama gencatan senjata tidak berhenti di tengah jalan), maka eskalasi geopolitik kemungkinan masih diredam dan pasar saat ini menunggu perkembangan tentang agenda pertemuan AS dan Iran di hari Kamis, sehingga dengan demikian tekanan pada emas relatif terbatas. MA200 H4 di 4866 adalah potensi resistance kuat dan sangat mungkin dilirik jika ekspektasi diplomasi tetap dominan.
Sebaliknya, trader juga harus waspadai kemungkinan penurunan jika diplomasi gagal, dan potensi selanjutnya membuka peluang tekanan lebih lanjut di bawah 4640. Tapi bearish diperkirakan akan jauh lebih kuat jika mampu tembus di bawah 4600-4620, sehingga strategi sell hanya disarankan jika terjadi penurunan di bawah 4600, dengan proyeksi target 4554 dan 4500, atau paling ekstrim zona pink 4420-4499.
Selama 4600-4620 tidak ditembus, maka buyer kemungkinan kembali mendorong harga dari zona tersebut.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 4771.30 dengan high 4776.97, dan low 4746.00. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 14 April 2026, strategi buy masih dipertahankan di 4716-4718, cukup dekat dengan support zona merah 4700-4719 dan dianggap lower risk. Sampai artikel ditulis, area ini memang belum disentuh. Tapi, area alternatif โbuy on breakoutโ 4765 cukup berhasil hingga sentuh TP 1 4775 (high sementara di 4776).
Selanjutnya, jika dalam minimal 1-2 jam ke depan harga tetap bertahan di atas 4750 (resistance tren channel yang sekarang jadi support baru), maka trader bisa pertimbangkan zona 4755-4765 sebagai zona buy yang baru. Sedangkan area 4716-4718 tetap kami pertahankan sebagai opsi buy utama yang dianggap lower risk.
Sebaliknya, penurunan akan mendominasi ke depan jika terjadi penurunan minimal di bawah 4676. Tapi kami tidak menyarankan untuk sell dalam jangka panjang. Trader bisa saja lakukan sell saat tembus 4676, tapi estimasi kami memperkirakan target paling dekat 4644-4650 dan terjauh adalah zona orange 4601-4629 sehingga tidak disarankan untuk menahan terlalu lama.
Jika area orange disentuh di malam hari, asumsi penurunan dipicu oleh data PPI yang lebih kuat, maka trader bisa kembali pertimbangkan buy di zona orange 4601-4629 tersebut karena efek data diperkirakan masih terbatas seiring pasar yang masih memantau perkembangan geopolitik, terutama rencana pertemuan diplomasi putaran berikutnya AS dan Iran minggu ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip (update jam 11.10 WIB)
Entry: 4756.00 โ 4758.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4770.00 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4780, target terdekat 4790, terjauh 4810, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4750.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4750.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4678.00 โ 4680.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4692.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4672.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4670)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 1.16900 โ 1.17100 Target : 1) 1.17700 2) 1.18300 SL : 1.16300 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.17700 - Switch to SELL jika tembus 1.16000 |


Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 1.34300โ 1.34500 Target : 1) 1.35100 2) 1.35700 SL : 1.33700 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.35300 - Switch to SELL jika tembus 1.33500 |


Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 159.300 โ 159.500 Target : 1) 158.700 2) 158.100 SL : 160.100 Alternatif : - Pertahankan/Follow SELL jika tembus 159.000 - Switch to BUY jika tembus 160.500 - Waspada zona 160-161 rawan intervensi! |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 48270 - 48290 Target : 1) 48390 2) 48490 SL : 48170 Alternatif : Follow BUY jika tembus 48460 Alternative BUY : 47980-48225 Switch to SELL jika tembus 47950 Fokus PPI dan perkembangan geopolitik |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 25420.00 โ 25440.00 Target : 1) 25540.00 2) 25640.00 SL : 25320.00 Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 25650 Switch to SELL jika tembus 25200 Fokus PPI dan geopolitik! |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 6880.00 โ 6900.00 Target : 1) 6930.00 2) 6960.00 SL : 6850.00 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 6950 Switch to SELL jika tembus 6800 Fokus PPI dan geopolitik |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 57900 - 57920 Target : 1) 58020 2) 58120 SL : 57800 Alternatif : Follow BUY jika tembus 58050 Switch to SELL jika tembus 57000 Alternative BUY: 57110-57400 Tetap waspada dengan potensi โintervensi aktualโ yen |
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 25700 - 25720 Target : 1) 25820 2) 25920 SL : 25600 Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 26050 Switch to SELL jika tembus 25500 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 99.00 โ 99.20 Target : 1) 98.00 2) 97.00 SL : 100.20 Alternatif : Follow SELL jika tembus 97.00 Switch to BUY jika tembus 104.50 SELL tetap potensial selama tidak tembus 105.80-108.00 Cermati perkembangan AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4716.00 โ 4718.00 Target : 1) 4724.00 2) 4730.00 SL : 4710.00 (ideal 3-5 points di bawah 4708) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4765 Switch to SELL jika tembus 4600 Opsi buy : 4700-4719 (merah), 4670-4690, 4601-4629 (orange), 4521-4569 (coklat), 4400-4420 |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


TOP GAINERS
| 1. Intel Corporation (INTC) +19.76% |
| 2. Amazon.com, Inc. (AMZN) +13.14% |
| 3. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) +12.63% |
| 4. Caterpillar Inc. (CAT) +9.69% |
| 5. GE Aerospace (GE) +9.64 |
TOP LOSERS
| 1. Salesforce, Inc. (CRM) -11.23% |
| 2. Adobe Inc. (ADBE) -6.63% |
| 3. International Business Machines (IBM) -6.6% |
| 4. Verizon Communications (VZ) -6.3% |
| 5. AT&T Inc. (T) -6.3% |
Minggu pertama April ini, pasar saham AS mencerminkan dengan jelas bagaimana satu perubahan geopolitik bisa membalik arah arus likuiditas secara masif. Gencatan senjata AS-Iran yang mengejutkan pasar memicu gelombang rotasi sektor yang tajam: modal mengalir deras keluar dari instrumen defensif dan masuk ke saham-saham siklikal serta teknologi yang selama ini tertekan oleh ketidakpastian. Di balik deretan angka hijau dan merah ini, ada cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar pergerakan harga. Ada narasi tentang siapa yang diuntungkan ketika dunia memilih damai, dan siapa yang kehilangan daya tariknya begitu rasa takut mereda.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.25 - $63.39
Weekly Range: $52.12 - $62.42
Previous Close Price: $62.42 (10 April 2026)
Intel bukan sekadar saham yang ikut naik bersama euforia pasar minggu ini. Lonjakan 19.76% yang membawanya dari $52.12 ke $62.42 adalah puncak dari serangkaian katalis yang telah menumpuk selama berbulan-bulan. Bahkan menyentuh level tertinggi dalam lima tahun.
Segalanya dimulai pada awal April, ketika Intel mengumumkan pembelian kembali saham senilai USD 14,2 miliar atas fasilitas produksi Fab 34 di Irlandia dari mitra Apollo Global Management. Langkah ini bukan sekadar transaksi keuangan biasa, ini adalah pernyataan kepercayaan diri bahwa Intel siap mengelola penuh pabrik chip tercanggihnya tanpa ketergantungan pihak luar. Analis UBS langsung bereaksi: perusahaan tidak akan membeli kembali aset sebesar itu kalau tidak punya keyakinan penuh bahwa pelanggan foundry baru sudah mengantre.
Namun katalis terbesar datang beberapa hari kemudian, ketika Intel mengumumkan kemitraan strategis dengan proyek Terafab milik Elon Musk, sebuah usaha gabungan yang melibatkan Tesla, SpaceX, dan xAI untuk memproduksi chip AI dan robotika dalam skala masif menggunakan node 18A Intel. Pasar merespons dengan lonjakan 11% dalam satu sesi. Ini bukan lagi Intel yang terseok-seok. Ini adalah Intel yang kembali relevan di jantung infrastruktur AI global.
Pelengkap dari narasi kebangkitan ini adalah kemitraan multi tahun dengan Google untuk pengembangan infrastruktur AI dan cloud, termasuk ekspansi besar penggunaan prosesor Intel Xeon di seluruh Google Cloud. Node manufaktur 18A Intel (teknologi produksi chip paling canggih yang pernah dikembangkan di Amerika Serikat) kini sudah masuk fase produksi massal di Arizona dan Oregon, dengan pengiriman komersial prosesor Panther Lake yang menjadi bukti nyata kemampuan tersebut.
Gencatan senjata AS-Iran menjadi katalis terakhir yang menyempurnakan gambaran ini. Dengan mode risk-on yang aktif, saham teknologi pertumbuhan seperti Intel yang selama ini tertahan oleh ketidakpastian geopolitik dan sentimen negatif berbulan-bulan, mendapat dorongan besar dari arus modal yang masuk kembali ke sektor semikonduktor.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Amazon tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $165.29 - $258.60
Weekly Range: $210.64 - $238.33
Previous Close Price: $238.33 (10 April 2026)
Amazon merayakan minggu ini dengan dua cerita yang berjalan bersamaan, dan keduanya sama-sama kuat.
Cerita pertama: fisik dan logistik. Dengan harga minyak mentah anjlok 13% dari level tertinggi sepanjang masa akibat gencatan senjata, biaya bahan bakar armada pengiriman Amazon seperti pesawat kargo, kapal kontainer, dan truk langsung menyusut drastis. Sebagai raksasa e-commerce dengan jaringan logistik terbesar di dunia, setiap satu dolar penurunan biaya energi langsung berdampak pada pelebaran margin keuntungan. Konsumen juga memiliki lebih banyak uang di kantong ketika harga bensin turun dan uang itu sebagian besar mengalir ke platform belanja Amazon.
Cerita kedua: digital dan cloud. AWS (Amazon Web Services) mencatat pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir sebesar 24% pada akhir 2025, didorong oleh kebutuhan infrastruktur AI yang tidak pernah surut dari para klien korporat. CEO Andy Jassy memproyeksikan pendapatan AWS bisa menembus USD 600 miliar per tahun pada 2036. Sebuah angka yang terdengar ambisius, namun semakin masuk akal melihat laju pertumbuhannya saat ini.
Harga saham Amazon yang sempat turun 21% akibat kekhawatiran rencana belanja modal raksasa USD 200 miliar di 2026 kini justru dibaca pasar sebagai diskon yang menarik. Dengan mode risk-on yang menyala, dana yang sebelumnya bersembunyi di obligasi dan emas bergerak agresif masuk ke saham-saham dengan fundamental terkuat, dan Amazon adalah salah satu yang paling jelas memenuhi kriteria itu.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $83.75 - $267.08
Weekly Range: $225.32 - $245.04
Previous Close Price: $245.04 (10 April 2026)
AMD melanjutkan perjalanannya menjadi kekuatan kedua yang semakin tidak bisa diabaikan di pasar chip AI global. Kenaikan 12.63% minggu ini bukan kebetulan, ini adalah konfirmasi dari serangkaian perkembangan fundamental yang telah mengubah cara pandang Wall Street terhadap perusahaan ini.
Analis Citi baru-baru ini menegaskan bahwa lonjakan permintaan chip yang didorong oleh "Agentic AI" yaitu sistem AI yang mampu bertindak secara otonom, sedang memperbesar kue pasar secara signifikan. Posisi AMD di pasar CPU server kini telah menembus 40% pangsa pasar, sebuah tonggak yang memberikan fondasi kuat untuk pertumbuhan pendapatan dan kekuatan penetapan harga ke depan.
Kemitraan AMD dengan Meta Platforms yang mencakup penyediaan kapasitas komputasi AI skala besar sebesar 6 gigawatt menempatkan AMD langsung di inti ekspansi infrastruktur AI hyperscaler terbesar dunia. Sementara itu, GPU seri MI350 AMD yang dibangun di atas arsitektur CDNA 4 di node 3nm TSMC sudah dalam pengiriman volume, sementara generasi penerus MI450 dan platform Helios rack-scale tengah dalam jalur untuk diluncurkan di semester kedua 2026.
Dalam konteks gencatan senjata ini, AMD diuntungkan dari dua sisi: pertama, sebagai growth stock teknologi yang langsung mendapat aliran dana dari rotasi risk-on; dan kedua, sebagai alternatif kuat dari NVIDIA yang tidak bisa memenuhi seluruh permintaan GPU dari para hyperscaler memaksa mereka beralih ke AMD sebagai pemasok kedua yang nilainya terus meningkat.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 April 2026 ($1.51)
52-Week Range: $282.46 - $797.85
Weekly Range: $720.45 - $790.26
Previous Close Price: $790.26 (10 April 2026)
Satu tahun yang lalu, tidak ada yang membeli Caterpillar dengan harapan mendapat eksposur ke industri AI. Namun begitulah cerita yang kini tertulis: CAT telah bertransformasi menjadi "pemain AI tidak sengaja" yang paling mengejutkan di pasar saham AS.
Kenaikan 9.69% minggu ini didorong oleh dua hal yang terjadi hampir bersamaan. Pertama, pengumuman dividen kuartalan sebesar USD 1,51 per saham menandakan sebuah sinyal stabilitas arus kas yang langsung disambut positif oleh investor institusional. Kedua, dan jauh lebih penting secara struktural: pasar terus mencerna laporan keuangan Q4 2025 yang luar biasa, di mana Caterpillar membukukan EPS USD 5,16 (melampaui estimasi USD 4,67) dan pendapatan USD 19,13 miliar (melampaui estimasi USD 17,81 miliar) dengan pertumbuhan 17,9% secara tahunan.
Di balik angka-angka itu, ada kenyataan yang semakin tidak bisa diabaikan: segmen Power & Energy kini menjadi mesin pertumbuhan terbesar Caterpillar. Penjualan pembangkit listrik di segmen ini melonjak 44% secara tahunan di Q4 2025, didorong sepenuhnya oleh permintaan generator dan turbin gas dari pusat data AI. Empat pesanan generator set di atas 1 gigawatt sekaligus, termasuk satu pesanan senilai 2 gigawatt untuk sebuah kampus komputasi, mencerminkan skala kebutuhan yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah perusahaan.
Backlog (portofolio pesanan belum tereksekusi) Caterpillar mencapai rekor USD 51 miliar, naik 71% secara tahunan, dengan 62% di antaranya akan dikonversi menjadi pendapatan dalam 12 bulan ke depan. Ini bukan spekulasi, ini adalah kontrak tertulis yang sudah di tangan.
Gencatan senjata AS-Iran memperkuat narasi ini: dengan harga minyak yang turun, proyek konstruksi dan infrastruktur di seluruh dunia mendapat nafas lega untuk kembali berjalan, dan Caterpillar adalah yang pertama kebagian pesanan alat berat mereka.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 21 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 27 April 2026 ($0.47)
52-Week Range: $176.02 - $348.48
Weekly Range: $280.86 - $307.95
Previous Close Price: $307.95 (10 April 2026)
GE Aerospace melanjutkan perjalanan comeback-nya yang sungguh memukau โ dari reruntuhan konglomerasi raksasa General Electric yang sempat nyaris bangkrut, kini menjadi pemimpin global dalam mesin jet komersial dan pertahanan yang sahamnya telah meroket hampir 80% dalam satu tahun terakhir.
Kenaikan 9,91% minggu ini menjadi perpanjangan alami dari laporan keuangan Q4 2025 yang sangat kuat: pendapatan USD 42,3 miliar (tumbuh 21% secara tahunan), arus kas bebas USD 7,7 miliar (lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya), dan backlog pesanan sebesar USD 190 miliar yang tumbuh hampir USD 20 miliar dalam setahun. Manajemen juga memberikan panduan 2026 yang melampaui ekspektasi konsensus: EPS USD 7,10โ7,40 dengan target laba operasional USD 9,85โ10,25 miliar.
Konteks gencatan senjata menjadi katalis tersendiri bagi GE. Dengan Selat Hormuz kembali dibuka dan harga minyak turun drastis, maskapai penerbangan di seluruh dunia mendapat angin segar: avtur murah berarti biaya operasional turun, profitabilitas membaik, dan pesanan mesin baru yang sempat ditunda bisa kembali dilanjutkan. GE Aerospace adalah penyedia mesin untuk sekitar 75% pesawat narrow-body di seluruh dunia melalui usaha patungan CFM International โ menjadikannya semacam "jalan tol" di langit global.
Investasi USD 1 miliar di manufaktur AS yang diumumkan pada Maret 2026, kontrak pertahanan senilai USD 1,4 miliar, serta program buyback saham USD 15 miliar menjadi tiga pilar kepercayaan diri manajemen yang tidak bisa diabaikan oleh pasar.
[Baca Juga: 5 Saham AS Pilihan di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran]

Next Earnings (Laporan Keuangan): 27 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 April 2026 ($0.44)
52-Week Range: $163.52 - $296.05
Weekly Range: $185.62 - $164.77
Previous Close Price: $164.77 (10 April 2026)
Salesforce adalah korban terbesar dari rotasi minggu ini, dan penurunan 11,23% yang membawa harganya dari $185,62 ke $164,77 adalah cerminan dari sebuah ironi yang menyakitkan: saham yang selama ini dipeluk investor sebagai safe haven di tengah ketidakpastian kini dilepas justru ketika ketidakpastian itu mereda.
Kasus CRM adalah gambaran sempurna dari apa yang para analis sebut sebagai 'SaaSpocalypse'. Singkatnya, banyak saham perusahaan SaaS yang valuasinya sedang dikoreksi pasar akibat kekhawatiran akan disrupsi AI. Untuk mengatasi ini, Salesforce sebenarnya mengandalkan Agentforce, sebuah platform AI yang digadang-gadang menjadi mesin pertumbuhan baru mereka. Namun, tingkat adopsinya saat ini belum cukup untuk meyakinkan investor. Di sisi lain, para klien juga menunda ekspansi kontrak mereka karena tingginya biaya untuk mengimplementasikan teknologi AI tersebut.
Yang terjadi minggu ini adalah akselerasi dari tren yang sudah berjalan sepanjang 2026: begitu risk-on menyala dan dana yang "bersembunyi" di saham defensif mulai bergerak, Salesforce yang sudah turun lebih dari 40% dari 52-week high USD 296.05, menjadi salah satu yang pertama dilepas. Investor memilih untuk berotasi ke saham-saham dengan eksposur langsung ke penurunan harga minyak dan pemulihan ekonomi pasca-konflik.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 11 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2005
52-Week Range: $224.13 - $422.95
Weekly Range: $241.19 - $225.21
Previous Close Price: $225.21 (10 April 2026)
Adobe menghadapi tahun 2026 dengan beban yang jauh lebih berat dari sekadar tekanan pasar biasa. Penurunan 6,63 minggu ini hanyalah episode terbaru dari penurunan saham yang mencapai lebih dari 26% sejak awal tahun, sebuah penurunan yang mencerminkan kegelisahan mendalam Wall Street tentang masa depan bisnis perangkat lunak kreatif di era kecerdasan buatan generatif.
Pertanyaannya sederhana namun mematikan: jika AI generatif semakin pintar membuat gambar, video, dan desain profesional, siapa yang masih akan membayar untuk Photoshop dan Premiere? Goldman Sachs menjawab pertanyaan itu dengan memberikan rating Jual pada saham Adobe, sebuah sikap langka yang langsung mengguncang sentimen pasar. HSBC memotong target harganya dari USD 388 menjadi USD 302.
Tekanan kompetitif datang dari segala arah: Microsoft dengan Copilot, OpenAI dengan generator gambar dan video, Midjourney, Canva, hingga model AI open-source yang semakin mudah diakses secara gratis. Platform AI internal Adobe, Firefly, memang sudah hadir โ namun pasar mempertanyakan apakah itu cukup untuk mempertahankan pricing power yang selama ini menjadi kekuatan utama Adobe.
Dalam konteks rotasi minggu ini, Adobe kehilangan daya tarik dari dua sisi: sebagai saham defensif yang dilepas karena risk-on, dan sebagai saham dengan narasi pertumbuhan yang dipertanyakan karena tekanan AI.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Februari 2026
52-Week Range: $220.72 - $324.90
Weekly Range: $247.16 - $230.64
Previous Close Price: $230.64 (10 April 2026)
IBM menghadapi tekanan berlapis minggu ini. Dalam dua sesi berturut-turut, saham ini kehilangan hampir 7%, penurunan kumulatif yang mencerminkan kombinasi antara sentimen negatif analis, kekhawatiran menjelang laporan keuangan Q1 2026 pada 22 April, dan efek berlanjut dari narasi disrupsi AI yang menghantui segmen konsultasi teknologinya.
Katalis paling konkret adalah pemotongan target harga oleh Stifel Nicolaus dari USD 340 menjadi USD 290, dengan alasan headwinds kurs mata uang dan ketidakpastian geopolitik. JPMorgan sebelumnya juga telah memangkas targetnya dari USD 317 ke USD 283. Dengan harga saham yang sudah jauh di bawah moving average 200 hari di USD 277,20, IBM sedang berada dalam tekanan teknikal yang serius.
Yang menjadi beban lebih dalam bagi IBM adalah narasi yang mengakar sejak awal 2026: pengumuman bahwa Claude Code dari Anthropic mampu memodernisasi kode COBOL sebuah bahasa pemrograman lawas yang menjadi tulang punggung sistem perbankan dan pemerintahan global, dan selama ini adalah ladang bisnis utama layanan konsultasi IBM. Kabar itu memukul saham IBM dalam satu sesi dan menanamkan kekhawatiran jangka panjang: jika AI bisa menggantikan jasa konsultan yang dikirim IBM ke bank-bank besar, ke mana pertumbuhan IBM akan datang?
Akuisisi Confluent seharga USD 11 miliar untuk membangun arsitektur data real-time bagi agen AI adalah langkah strategis yang masuk akal namun pasar menuntut bukti eksekusi, bukan hanya visi, sebelum mau kembali membeli IBM secara agresif.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 27 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 April 2026 ($0.7075)
52-Week Range: $38.39 - $51.68
Weekly Range: $49.19 - $46.09
Previous Close Price: $46.09 (10 April 2026)
Verizon adalah tipikal saham yang menjadi "korban perdamaian." Selama berminggu-minggu ketegangan geopolitik, investor konservatif menyukai VZ: imbal hasil dividen 5,34% yang stabil, bisnis yang tidak sensitif terhadap siklus ekonomi, dan sifat defensifnya yang menjadi tempat berlindung di tengah badai. Namun begitu badai mereda dan mode risk-on aktif, uang itu pergi, mencari saham dengan potensi kenaikan yang lebih besar.
Tekanan pada VZ tidak berhenti di situ. Minggu ini, Motley Fool menerbitkan analisis tentang ancaman baru yang datang dari SpaceX: perusahaan Elon Musk itu baru saja mendaftar untuk berpartisipasi dalam lelang spektrum nirkabel AWS-3 FCC yang dimulai pada Juni. Jika SpaceX berhasil mendapatkan spektrum itu, Starlink akan memiliki kemampuan untuk bersaing langsung dengan jaringan darat Verizon di pasar telekomunikasi AS, sebuah ancaman eksistensial yang selama ini hanya dianggap sebagai kemungkinan jauh, namun kini semakin nyata.
Di atas itu semua, DBS Bank menurunkan peringkat VZ dari moderate buy menjadi hold, sinyal bahwa bahkan analis yang sebelumnya optimis pun mulai mempertanyakan apakah valuasi saat ini sudah memperhitungkan semua risiko yang ada.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 April 2026 ($0.2775)
52-Week Range: $22.95 - $29.79
Weekly Range: $28.32 - $26.53
Previous Close Price: $26.53 (10 April 2026)
AT&T mengalami nasib yang sama dengan Verizon: dilepas oleh investor yang bermigrasi dari saham defensif ke saham pertumbuhan seiring meredanya ketegangan geopolitik. Penurunan 6,4% dari $28,27 ke $26,46 adalah konsekuensi langsung dari rotasi sektor yang terjadi begitu gencatan senjata diumumkan.
Menariknya, secara fundamental AT&T sebenarnya sedang dalam kondisi yang jauh lebih sehat dibanding beberapa tahun lalu. Perusahaan aktif melakukan deleveraging atau mengurangi utang dengan rasio net debt-to-EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang ditargetkan turun ke sekitar 3x pada akhir 2026. Target arus kas bebas sebesar USD 18 miliar atau lebih di 2026, dengan komitmen pengembalian modal kepada pemegang saham senilai USD 45 miliar antara 2026 hingga 2028, adalah angka-angka yang seharusnya menarik bagi investor dividen.
Namun dalam minggu ini, "seharusnya menarik" saja tidak cukup. Ketika pasar berada dalam mode risk-on penuh, saham dengan imbal hasil dividen yang bagus tapi pertumbuhan terbatas menjadi yang pertama dijual. Ancaman dari SpaceX yang juga membayangi AT&T sama seperti yang mengancam Verizon, turut menambah beban sentimen terhadap seluruh sektor telekomunikasi.
Minggu ini adalah pelajaran tentang bagaimana sentimen pasar bisa bergerak lebih cepat dari fundamental. Gencatan senjata AS-Iran tidak mengubah bisnis Intel, Boeing, atau Caterpillar secara instan, namun ia mengubah cara pandang investor terhadap risiko, dan perubahan persepsi itu cukup untuk menggerakkan miliaran dolar dalam hitungan jam. Di sisi lain, saham-saham yang selama ini menjadi tempat berlindung (telepon, perangkat lunak perusahaan, infrastruktur IT) menanggung beban dari uang yang pergi mencari kenaikan yang lebih besar.
Pertanyaan yang tersisa: apakah dua minggu gencatan senjata ini akan cukup untuk menjaga momentum risk-on tetap hidup? Atau kita akan melihat pembalikan arah begitu negosiasi di Islamabad menemui jalan buntu?
Jendela ini memang tidak akan terbuka selamanya.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures




