Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 71.00 โ 71.20 Target : 1) 69.50 2) 68.00 SL : 72.70 Alternatif : Follow SELL jika tembus 69.20 Switch to BUY jika tembus 73.60 Alternative sell : 77/78 atau 81-84 Tetap fokus AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 4010.00โ 4012.00 Target : 1) 4000.00 2) 3990.00 SL : 4022.00 (ideal 7-8 points di atas 4023) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3950 (update!) Switch to BUY jika tembus 4020 (update!) atau jika H&S gagal tembus neckline 3943 (update!) Opsi buy : 3886 (low 28 Okt 2025), 3820-3840 (potensi target H&S) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


US Treasury Yield 10-tahun ditutup turun, dan dolar juga ditutup melemah sehingga penurunan emas di malam hari tidak disertai dengan penguatan dolar maupun kenaikan imbal hasil Treasury AS. Namun, pagi ini dolar menguat dengan cepat di sesi Asia sehingga membuat emas meluncur deras dari 4010 ke 3943.
Meski demikian, tidak ditemukan hal yang memicu penurunan cepat tersebut sehingga emas berhasil tetap bertahan di atas 3950. Tapi pasar akan terus memantau perkembangan AS-Iran yang dikabarkan akan bertemu hari ini, jika terlaksana.
Masalah utamanya adalah AS mengklaim bahwa Iran meminta pertemuan sehingga keduanya dikabarkan sepakat hentikan perselisihan dan kembali ke meja diplomasi di hari Selasa, di Qatar. Tapi kabar tersebut kemudian dibantah Iran sehingga saat ini belum jelas apakah pertemuan tersebut dibutuhkan atau tidak.
Hal utama yang menjadi concern adalah terkait Selat Hormuz. Pertemuan diharapkan mampu memperjelas status Selat Hormuz. Sebelumnya, AS menuduh Iran melanggar kesepakatan damai dengan menyerang kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. Hal itu kemudian memicu aksi serangan AS ke Iran, dan dibalas dengan serangan Iran ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Presiden Iran di media sosialnya menulis bahwa kesepahaman merupakan masalah bilateral, jika AS mematuhi MoU, maka Iran juga akan memenuhi kewajibannya. Iran merespon terhadap tindakan โsombong yang tidak masuk akal dan ancaman yang tidak berdasarโ dengan mengutamakan rasionalitas dan martabat manusia dalam pengambilan keputusan, serta pertahanan yang tegas dan tanpa rasa takut saat mengambil tindakan.
Tim negosiasi Iran dan AS sebelumnya dikabarkan sama-sama bertolak ke Doha minggu ini. Tapi Iran menegaskan tidak ada rencana pembicaraan langsung antara keduanya sehingga akhirnya menimbulkan keraguan baru tentang ketahanan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani 19 Juni yang lalu.
Di sisi lain, pasar akan menunggu data JOLTS job openings di jam 21.00 WIB dan juga data CB consumer confidence. Sebelum itu, jam 20.45 WIB ada Chicago PMI yang juga akan memberi gambaran aktivitas ekonomi di negara bagian Chicago. Laporan atau data yang lebih lemah akan membuat dolar kembali melemah, dan memberi peluang untuk emas kembali ke jalur kenaikan. Sebaliknya, jika data dirilis lebih kuat, maka dollar akan menguat sehingga emas berisiko kembali turun.
Di sisi geopolitik, pasar akan terus memantau perkembangan lebih lanjut MoU AS dan Iran, termasuk pertemuan AS dan Iran di Qatar yang dijadwalkan di hari Selasa waktu setempat. Pasar butuh kepastian apakah pertemuan ini akan terjadi atau tidak. Atau, minimal pasar ingin mengetahui apakah kedua pihak masih tetap sejalan dalam MoU perdamaian yang sudah ditandatangani 19 Juni yang lalu, atau justru berakhir sebelum akhir deadline 60 hari :
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish dengan posisi candle hampir menutupi kenaikan di sehari sebelumnya sehingga tekanan turun kembali membayangi. Bahkan pagi ini harga berhasil sentuh 3943 dalam penurunan cepat di sesi Asia, tapi kemudian berhasil kembali naik hingga 3970. Tapi risiko penurunan belum selesai, dan masih bisa kembali mengancam sewaktu-waktu sehingga berpotensi menggagalkan peluang morning star yang sempat terdeteksi sebelumnya.
Jika harga tetap berada di bawah 4000, dan bahkan tembus di bawah 3959, maka tekanan turun berpeluang lanjut di hari berikutnya, dan hal ini semakin membuka peluang untuk munculnya zona 3886 yang merupakan low 28 Okt 2025. Sebaliknya, jika harga berhasil bertahan di atas 3959 (rebound dan tutup dekat 4000), maka masih ada peluang untuk rebound naik di hari berikutnya dan kembali menantang zona resistance 4050-4075.

Di H4 terlihat tekanan yang terjadi dengan cepat pagi ini berhasil tembus di bawah zona abu-abu 3983-4023 yang sebelumnya cukup efektif sebagai support. Hal ini langsung memicu area support berikutnya di 3959 yang juga dipertimbangkan sebagai area alternatif buy. Hal ini dikarenakan harga tetap ditutup di atas 3959 (close di 3969) setelah sentuh low 3943 dengan cepat. Artinya, penurunan ke 3943 bisa dianggap false breakout, dan jalur rebound dari pola yang dicurigai membentuk double bottom cukup terbuka.
Tapi di sisi lain, double bottom baru dianggap valid hanya jika tembus neckline, dan neckline tersebut berada di 4075 (di zona kuning 4064-4097). Untuk membuatnya semakin terbuka, maka diperlukan kenaikan bertahap minimal tembus kembali di atas zona abu-abu, itu berarti harga diharapkan tembus di atas 3983-4023. Jika berhasil, maka strategi buy tetap layak dilakukan, dengan stop loss ketat di bawah 3950 (sebaiknya di bawah low 3943).
Sebaliknya, sell bisa dipertimbangkan jika kenaikan yang diharapkan tetap gagal tembus zona abu-abu, atau dengan kata lain gagal kembali naik di atas 4000. Dalam kondisi ini, trader bisa pertimbangkan sell di kisaran tertinggi zona abu (area 4000-4023) dan pertahankan sell jika tembus di bawah 3943. Stop loss sebaiknya tetap dipasang di atas 4023 untuk mengantisipasi jika emas kembali ke jalur kenaikannya (terutama jika data ekonomi lemah, atau geopolitik AS-Iran mereda).

Per jam 11.05 WIB, harga berada di 3970.58 dengan high 4022.40, dan low 3943.52. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 30 Juni 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama untuk buy di zona 3984-3986 gagal karena harga turun cepat sentuh stop loss, bahkan turun sampai 3943. Secara singkat, harga juga turun langsung sempat mengaktivasi area sell 3950, tapi sayangnya tidak sampai sentuh TP 1 di 4940 karena harga terendah hanya sempat sentuh 3943 sebelum akhirnya rebound dengan cepat ke 3970. Dan saat artikel ditulis harga masih bertahan di atas 3950.
Saat artikel ditulis, 2 candle setelah penurunan cepat pagi ini ke 3943 ternyata tetap ditutup di atas 3950, dan harga bermain di kisaran 3959-3970 sehingga jika diperhatikan pada โopsi buyโ alternatif lainnya yang dicantumkan, area ini masih berada di zona alternatif yang disarankan untuk buy. Itu sebabnya update terbaru kami tetap incar buy, dengan stop loss di pasang di bawah 3949 (idealnya di bawah low 3943 yang saat ini dianggap support baru).
Jika dalam 1-2 jam ke depan harga tetap bertahan di atas 3959-3965, maka strategi ini dipertahankan dengan target utama 3980. Dan buy bisa lanjut dipertahankan jika tembus 3990, tapi perlu waspada saat harga memasuki zona 3983-4023 karena zona ini dikhawatirkan sebagai resistance baru dan berpotensi menjadi right shoulder dari pola yang dicurigai membentuk head & shoulders (H&S).
Dan jika pola H&S benar-benar terjadi (minimal ditandai dengan kenaikan yang tertahan di zona 4020-4030), maka sell bisa dipertimbangkan dengan catatan yang perlu diperhatikan : 1) data ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan, dan atau 2) AS dan Iran batal bertemu dan situasi geopolitik kembali memanas dengan penutupan Selat Hormuz. Jika syarat-syarat terpenuhi, maka peluang turun lebih lanjut bisa kembali terjadi.
Sebaliknya, jika kondisi di atas tidak terpenuhi (terutama situasi geopolitik), maka peluang turun kemungkinan tetap terbatas, dan rebound/naik berpeluang kembali terjadi. Dalam hal ini, trader bisa kembali incar buy.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 3959.00 โ 3960.00 (update)
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 3980.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 3973, target terdekat 3983, terjauh 3993, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 3953.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 3953.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika resistance gagal ditembus
Entry : 4030.00 โ 4032.00 (potensi H&S)
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4010.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4042.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di atas 4043.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 71.00 โ 71.20 Target : 1) 69.50 2) 68.00 SL : 72.70 Alternatif : Follow SELL jika tembus 69.60 Switch to BUY jika tembus 73.60 Alternative sell : 77/78 atau 81-84 Fokus AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip (update!) Area : 3959.00โ 3960.00 Target : 1) 3970.00 2) 3980.00 SL : 3949.00 (ideal 7-8 points di bawah 3953) Alternatif : - Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3973 - Switch to SELL jika gagal tembus 4025-4040 untuk potensi H&S, atau jika valid tembus di bawah 3950 - Opsi buy : 3959-3975, 3908, 3860-3880 (potential strong support zone) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


US Treasury Yield 10-tahun ditutup turun, dan dolar juga melemah. Kondisi ini berhasil dimanfaatkan emas 2 hari berturut-turut (Kamis dan Jumat) sehingga mampu mendorong kembali di atas 4000.
Di akhir pekan, ketegangan Selat Hormuz memicu kekhawatiran MoU 60 hari akan bernasib pendek. Hal ini disebabkan Iran dituduh menyerang kapal yang melintas Selat Hormuz sehingga memicu aksi balasan dari AS. Tidak berhenti di situ, Iran pun meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, dan AS langsung membalas kembali serangan tersebut. Tapi akhirnya kedua belah pihak di hari Minggu sepakat untuk menghentikan aksi permusuhan dan kembali ke perundingan di Qatar, yang diagendakan hari Selasa terkait sengketa Selat Hormuz.
Ketegangan sempat membuat kapal yang melintasi Selat Hormuz turun menjadi 48 di periode 26-28 Juni, dari sebelumnya 70 kapal per hari Rabu. Hal ini menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata keduanya dan pemulihan yang lambat terhadap lalu lintas pelayaran.
Pasar kini akan mencermati perkembangan selanjutnya dari pertemuan AS-Iran di hari Selasa. Iran mengenakan tarif untuk setiap kapal yang melintas, sebaliknya AS melarang Iran untuk mengenakan tarif apapun terhadap semua kapal yang melintas mengutip alasan Selat Hormuz sebagai perairan internasional. Kesepakatan akan mendorong kesempatan untuk pemulihan kepercayaan dan kelanjutan MoU perdamaian AS-Iran. Sebaliknya, jika kedua pihak kembali bersitegang, hal ini bisa memicu harga emas kembali turun.
Pembelian Emas Institusi Meningkat
Kabar menyebut para investor negara terbesar di dunia membeli emas bukan sebagai transaksi perdagangan, tapi sebagai respon terhadap dolar yang tidak lagi sepenuhnya dipercaya.
Kondisi ini menunjukkan sinyal permintaan dengan implikasi harga yang nyata. Bank Sentral dan dana kekayaan negara (sovereign wealth funds) beroperasi dalam skala di mana pergeseran alokasi sekecil apapun bisa menggerakkan pasar. Dan rencana meningkatkan kepemilikan ini terjadi di tengah 2 tahun pembelian sektor resmi yang sudah tinggi.
Sekitar sepertiga dari 144 SWF (sovereign Wealth Funds) dan bank sentral yang disurvei Invesco menyatakan rencana peningkatan kepemilikan emas sebagai bagian dari upaya diversifikasi yang luas untuk menjauhi aset-aset yang didominasikan dalam dolar. 61% responden bank sentral menyatakan tingkat utang AS berdampak negatif terhadap status dolar sebagai mata uang cadangan jangka panjang, naik dari 24% di tahun 2024. Dan 29% memperkirakan peran dolar sebagai mata uang cadangan akan melemah dalam 5 tahun ke depan, dibanding 12% pada 2022.
Market AS akan berjalan lebih singkat, hal ini dikarenakan Jumat 3 Juli AS akan libur untuk perayaan Independence Day โ4th of Julyโ sehingga data NFP yang sedianya dirilis di hari Jumat, akan maju ke hari Kamis, 2 Juli 2026. Data ini akan menjadi data ekonomi yang ditunggu pasar dan diperkirakan menentukan perkembangan selanjutnya dari harga emas.
Di sisi geopolitik, pasar akan terus memantau perkembangan lebih lanjut MoU AS dan Iran, termasuk pertemuan AS dan Iran di Qatar yang akan dilakukan di hari Selasa waktu setempat. Kemungkinan Selat Hormuz akan kembali dibahas mengingat peristiwa yang terjadi di akhir pekan cenderung dipicu oleh masalah ketegangan di Selat Hormuz.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish, dan 3 candle terakhir sejak 24 Jun 2026 sampai 26 June 2026, membentuk formasi morning star bullish, dan rsi mengindikasikan bullish divergence sehingga keduanya mendukung untuk rebound atau kenaikan.
Meski demikian, bullish kemungkinan harus menghadapi beberapa resistance 4115 (high 24 June 2026) untuk memvalidasi kenaikan dari pola morning star. Jika berhasil, maka tantangan berikutnya akan berhadapan dengan resistance 4136 dan 4198. Sedangkan jika gagal tembus 4115, maka waspadai pembalikan turun dengan pemicu penurunan utama saat terjadi penurunan di bawah 3959. Jika tekanan berlanjut dan membuat zona ini tembus, maka tekanan cukup terbuka untuk mengincar low 28 Okt 2025 di 3886.

Di H4 terlihat skenario sebelumnya berjalan sangat baik, swing low tidak lebih rendah dari 3983, dan kenaikan berhasil sentuh 4095. Zona kuning resistance di 4064-4097 sejauh ini masih efektif, sehingga swing low diperkirakan akan terjadi lebih dulu. Meski demikian, swing low diharapkan terbatas, dengan zona abu di kisaran 3983-4023 menjadi target swing low sekaligus potensi zona buy yang diharapkan.
Alternatif lain untuk buy bisa kembali pertimbangkan zona 3959-3975 seperti 2 hari sebelumnya di mana zona ini dianggap sebagai support psikologis untuk beberapa waktu ke depan. Dan kenaikan akan lebih kuat jika berhasil tembus 4095-4097. Jika ini terjadi, pertahankan posisi buy untuk target kisaran 4115-4119. Dan jika zona 4115 ditembus (resistance daily), berarti pola morning star daily dianggap valid sehingga kenaikan berpotensi berlanjut.
Sebaliknya, sell bisa dipertimbangkan jika 4115-4119 gagal ditembus, atau jika terjadi penurunan di bawah 4080. Mengingat zona 4059-4075 adalah support psikologis, maka sinyal pembalikan turun yang lebih kuat diperkirakan akan terjadi jika tembus di bawah 3950, sehingga sell lebih disarankan hanya jika terjadi penembusan zona tersebut daripada 3980.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 4067.38 dengan high 4075.56, dan low 4048.30. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 29 Juni 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama mengincar buy dengan area 4018-4020 sebagai area yang diharapkan, sedangkan strategi alternatif buy saat tembus 4073/4074. Alasan utama adalah rsi yang mendekati overbought diharapkan terjadi swing low lebih dulu dan area 4026-4039 (zona kuning) yang juga cukup dekat dengan support 4019 (FR 23.6%) dianggap area yang cukup ideal untuk area buy.
Area lain yang juga bisa dipertimbangkan adalah 3983-3986 yang merupakan swing low terakhir di hari Jumat sebelum mulai beranjak naik di atas 4000. Sedangkan opsi terakhir jika terjadi penembusan area 4073/4074 juga dipertimbangkan sebagai opsi untuk buy on breakout.
Jika berhasil, maka kenaikan minimal akan kembali mendekati zona orange 4093-4111, atau high Jumat di 4095. Dan jika kedua zona ditembus, maka peluang bullish cenderung lebih kuat dan diperkirakan berlanjut ke zona 4178-4194 (zona pink).
Sebaliknya, waspada penurunan lebih lanjut di bawah 4000 (di bawah zona kuning)! Tapi penurunan kemungkinan masih terbatas dengan zona 4083-4086 sebagai proyeksi sekaligus yang diperkirakan demand alternatif lain. Tapi penurunan akan lebih kuat jika tembus 4050, sehingga strategi sell diutamakan hanya jika tembus 4050.
Di sisi lain, sell juga bisa dipertimbangkan jika saat swing high harga ternyata tetap tertahan di bawah zona orange 4093-4111. Hal ini dimungkinkan membuka peluang terbentuknya double top. Tapi harap perhatikan syaratnya : tidak tembus 4111, atau tidak naik lebih dari zona orange!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 4018.00 โ 4020.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4040.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4073, target terdekat 4083, terjauh 4095, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4008.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4010.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 3886.00 โ 3888.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 3908.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 3876.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 3875)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 73.80 โ 74.00 Target : 1) 72.30 2) 70.80 SL : 75.50 Alternatif : Follow SELL jika tembus 69.00 Switch to BUY jika tembus 75.00 Alternative sell : 81-84 Fokus AS-Iran! |



Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 4018.00โ 4020.00 Target : 1) 4030.00 2) 4040.00 SL : 4008.00 (ideal 7-8 points di bawah 4010) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 4073 Switch to SELL jika gagal tembus 4100, atau strong bearish jika tembus 3950 Opsi buy : 3959-3975, 3908, 3860-3880 (potential strong support zone) |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


TOP GAINERS
| 1. Merck & Co., Inc. (#MRK) +12.46% |
| 2. Johnson & Johnson (#JNJ) +10.46% |
| 3. International Business Machines Corporation (#IBM) +10.03% |
| 4. Eli Lilly and Company (#LLY) +9.13% |
| 5. Abbott Laboratories (#ABT) +7.74% |
TOP LOSERS
| 1. Oracle Corporation (#ORCL) -17.87% |
| 2. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -13.38% |
| 3. NVIDIA Corporation (#NVDA) -10.05% |
| 4. NIKE, Inc. (#NKE) -8.23% |
| 5. The Goldman Sachs Group, Inc. (#GS) -8.14% |
Pekan ini, Wall Street menjadi saksi terjadinya rotasi dana investor dari sektor teknologi menuju sektor defensif, khususnya kesehatan (healthcare). Di satu sisi, euforia kecerdasan buatan (AI) mulai menemui jalan terjal; investor mulai mencemaskan valuasi yang terlalu mahal, lonjakan biaya operasional, serta lambatnya monetisasi dari investasi infrastruktur AI yang jor-joran. Sebagai gantinya, arus dana mengalir deras ke perusahaan-perusahaan farmasi dan kesehatan yang menawarkan kepastian inovasi produk, persetujuan regulasi yang positif, serta stabilitas arus kas. Pasar pekan ini memberikan pesan tegas: ketika janji masa depan teknologi mulai dipertanyakan, investor akan kembali berlindung pada saham dengan fundamental yang teruji hari ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.85)
52-Week Range: $76.66 - $128.78
Weekly Range: $113.00 - $128.85
Previous Close Price: $128.06 (26 Juni 2026)
Merck memimpin reli luar biasa di sektor kesehatan pekan ini, didorong oleh rotasi dana investor yang mencari perlindungan di saham-saham defensif berkapitalisasi besar. Di tengah anjloknya sektor teknologi, posisi Merck sebagai raksasa farmasi dengan portofolio obat-obatan andalan dan jalur distribusi global yang kuat menjadikannya tempat berlabuh yang sangat aman bagi para investor yang mulai menghindari risiko tinggi di pasar saham.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 15 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 26 Mei 2026 ($1.34)
52-Week Range: $151.01 - $255.11
Weekly Range: $228.59 - $255.24
Previous Close Price: $254.24 (26 Juni 2026)
Saham Johnson & Johnson melesat setelah mempresentasikan data pengujian yang sangat menjanjikan untuk obat IMAAVY dalam menangani penyakit autoimun langka (myasthenia gravis). Prospek intervensi medis yang lebih dini ini, ditambah dengan pembaruan peringkat saham menjadi "Overweight" dari analis Morgan Stanley, sukses memicu aksi beli. Pasar melihat bahwa JNJ saat ini memiliki valuasi yang terdiskon (undervalued) namun terus menghasilkan inovasi medis yang menguntungkan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $332.46
Weekly Range: $243.88 - $273.39
Previous Close Price: $271.81 (26 Juni 2026)
Di saat mayoritas saham teknologi bertumbangan, IBM tampil sebagai anomali berkat pengumuman terobosan revolusionernya: teknologi cip sub-1 nanometer pertama di dunia. Inovasi yang menjanjikan lonjakan performa hingga 50% dan efisiensi energi 70% lebih baik ini membuat pasar terkesima. Terobosan fundamental ini sukses menghapus keraguan analis terhadap lambatnya pertumbuhan pendapatan IBM belakangan ini, membuktikan bahwa perusahaan ini masih menjadi pionir inovasi semikonduktor global.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1182.73
Weekly Range: $1087.84 - $1145.86
Previous Close Price: $1100.76 (19 Juni 2026)
Eli Lilly mencetak rekor harga tertinggi baru di 52-minggu (menembus $1.206) berkat dua katalis raksasa sekaligus. Pertama, komite pengawas obat Eropa (EMA) memberikan rekomendasi positif untuk obat kanker mereka, Jaypirca. Kedua, adanya program baru dari Medicare yang akan memberikan subsidi biaya bagi obat penurun berat badan (GLP-1) andalan mereka. Kombinasi perluasan izin pasar dan kemudahan akses bagi konsumen ini membuat prospek pendapatan Eli Lilly ke depan semakin tak terbendung.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juli 2026 ($0.63)
52-Week Range: $81.97 - $137.49
Weekly Range: $87.17 - $95.23
Previous Close Price: $93.99 (26 Juni 2026)
Sempat tertinggal sepanjang tahun ini, saham Abbott akhirnya memantul naik (rebound) menjelang rilis laporan keuangannya. Optimisme ini didorong oleh kuatnya penjualan perangkat pemonitor gula darah (FreeStyle Libre CGM) yang mencetak $2 miliar, serta kemitraan strategis baru untuk mengembangkan alat tes darah pendeteksi Alzheimer. Investor mulai memborong saham ini karena valuasinya dianggap sudah sangat murah dan operasionalnya terbukti tangguh melawan tekanan kompetitor.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Next Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $148.33 - $184.58
Previous Close Price: $148.65 (26 Juni 2026)
Meskipun layanan cloud Oracle sebenarnya tumbuh fantastis hingga 93%, saham ini justru dihukum pasar akibat membengkaknya beban utang dan lonjakan belanja modal hingga 162%. Pemicu utama kepanikan investor pekan ini adalah kabar tertundanya penawaran saham perdana (IPO) OpenAI hingga tahun 2027. Hal ini memunculkan ketakutan besar bahwa investasi infrastruktur pusat data AI milik Oracle yang bernilai triliunan rupiah akan lambat menghasilkan uang (monetisasi) dalam waktu dekat.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $186.15 - $233.63
Previous Close Price: $189.00 (26 Juni 2026)
Qualcomm terseret jatuh oleh gelombang aksi jual di sektor semikonduktor yang dipicu oleh ketakutan akan meroketnya harga komponen memori. Meskipun perusahaan sedang gencar mengubah fokus bisnisnya menuju cip pusat data AI dengan target penjualan $15 miliar di masa depan, perlambatan pertumbuhan pendapatan kuartalan dan adanya aksi jual saham bernilai besar oleh petinggi perusahaan (CFO) membuat ritel dan institusi memilih untuk segera mengamankan keuntungan mereka.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 26 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026 ($0.25)
52-Week Range: $151.49 - $236.54
Weekly Range: $191.44 - $213.91
Previous Close Price: $192.13 (26 Juni 2026)
Raja cip AI ini akhirnya mengalami koreksi tajam menyusul peringatan keras dari investor veteran mengenai potensi "pecahnya gelembung" (bubble) valuasi saham AI di pasar. Selain faktor psikologis tersebut, Nvidia kini menghadapi tekanan persaingan nyata; margin kotor mereka yang sebesar 75% baru saja disalip oleh Micron yang mencetak 84,9%. Kekhawatiran bahwa dominasi absolut Nvidia mulai mendapat perlawanan sengit dari kompetitor membuat saham ini kehilangan pijakannya pekan ini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juni 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 Juni 2026 ($0.41)
52-Week Range: $40.00 - $80.17
Weekly Range: $40.26 - $44.98
Previous Close Price: $40.88 (26 Juni 2026)
Jelang perilisan laporan keuangan kuartalannya, Nike sudah mendapat hukuman dari pasar akibat ekspektasi yang sangat pesimis. Perusahaan peralatan olahraga ini tengah dihantam badai masalah: mulai dari melemahnya permintaan konsumen, hilangnya daya tawar harga, hingga transisi kepemimpinan yang memicu ketidakpastian strategi. Penurunan beruntun pada estimasi laba membuat saham Nike terus ditinggalkan oleh investor yang mencari pertumbuhan lebih pasti.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 Juni 2026 ($4.50)
52-Week Range: $685.39 - $1,125.00
Weekly Range: $1011.93 - $1109.89
Previous Close Price: $1016.77 (26 Juni 2026)
Kekecewaan pemegang saham menjadi penyebab utama anjloknya saham bank investasi raksasa ini. Pasca-lolos uji ketahanan (stress test) oleh The Fed, Goldman Sachs memang mengumumkan kenaikan dividen 11%, namun perusahaan memutuskan untuk tidak melakukan program pembelian kembali saham (buyback). Keputusan ini sangat kontras dan terlihat pelit di mata investor jika dibandingkan dengan kompetitornya, JPMorgan, yang agresif memanjakan pemegang sahamnya dengan program buyback senilai $50 miliar.
Koreksi tajam di sektor teknologi pekan ini menjadi pengingat penting bahwa ekspektasi dan narasi sehebat apa pun memiliki batas valuasinya. Ketika saham-saham seperti Oracle, Nvidia, dan Qualcomm mulai terbebani oleh tingginya ekspektasi pasar dan membengkaknya biaya infrastruktur AI, aliran modal dengan cerdas langsung berotasi mencari perusahaan yang menawarkan imbal hasil nyata dan inovasi yang sudah bisa dikomersialkan, seperti yang ditunjukkan oleh deretan emiten di sektor kesehatan. Bagi para trader dan investor, momen rotasi sektor seperti ini selalu membuka peluang emas, baik untuk memanfaatkan pantulan (rebound) saham defensif maupun peluang short-selling pada saham yang sudah kelebihan valuasi.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures




