Earnings Calendar
| Kamis, 23 Juli | Comcast (BMO), Honeywell (BMO), Intel (AMC) |
| Jumat, 24 Juli | American Express (BMO), Verizon (BMO) |
Setelah Rabu yang padat, pekan laporan keuangan berlanjut ke Kamis dan Jumat dengan lima emiten dari sektor yang tidak kalah beragam. Comcast dan Verizon mewakili telekomunikasi yang tengah bertarung memperebutkan pelanggan wireless, Honeywell baru saja menuntaskan aksi korporasi besar berupa pemisahan unit aerospace, Intel sedang dalam fase turnaround yang penuh perdebatan valuasi, sementara American Express mewakili sektor keuangan konsumen dengan basis nasabah premium yang relatif tahan resesi. Berikut pembahasan singkat kelima emiten tersebut lengkap dengan konteks fundamental dan pandangan analis terkini.

Company Name : Comcast Corporation
Ticker & Market : $CMCSA - Nasdaq
Sector & Industry : Communication Services - Telecom Services
Headquarters : Philadelphia, Pennsylvania, USA
Market Cap : US$84.20B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 4.62
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 7.06
P/E Growth Ratio (5yr expected): 142.98
Di tengah gempuran promo satu tahun gratis untuk paket Mobile Select yang menyasar pelanggan T-Mobile yang kecewa dengan kenaikan tarif dan pencabutan diskon KickBack, Comcast bersiap merilis laporan kuartal kedua pada Kamis pagi. Strategi rebutan pelanggan ini terbukti bekerja, terlihat dari tambahan 435.000 pelanggan wireless baru pada kuartal pertama dengan pendapatan segmen ini melonjak 15 persen year over year. Namun tekanan tetap ada dari dua arah, yaitu ancaman ekspansi Starlink ke layanan kabel dan fiber, serta tantangan profitabilitas layanan streaming Peacock. Analis memproyeksikan penurunan laba rata rata 11.5 persen per tahun dalam tiga tahun ke depan, kontras dengan mayoritas rating Buy dan target harga yang tersebar dari 31 hingga 37 dolar, jauh di atas harga saat ini di 23.19 dolar. Insider mencatat lima transaksi stock award pada 30 Juni, seluruhnya bernilai nol dolar sebagai bagian dari kompensasi rutin direksi dan CEO. Dengan Trailing PE hanya 4.62, Comcast tergolong salah satu saham telekomunikasi termurah di indeks, mencerminkan skeptisisme pasar yang cukup dalam terhadap prospek pertumbuhan jangka panjangnya.

Company Name : Honeywell International Inc.
Ticker & Market : $HON - Nasdaq
Sector & Industry : Industrials - Conglomerates
Headquarters : Charlotte, North Carolina, USA
Market Cap : US$71.74B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 18.08
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 13.53
P/E Growth Ratio (5yr expected): 8.45
Baru sebulan setelah unit Aerospace resmi berpisah menjadi perusahaan publik tersendiri bertiker HONA pada 29 Juni, disertai reverse stock split 2 banding 1 pada entitas yang tersisa, Honeywell menghadapi laporan kuartal kedua dengan konteks yang jauh dari biasa pada Kamis. Konsensus EPS diproyeksikan 1.82 dolar, turun 66.91 persen dari tahun lalu, namun penurunan ini murni akibat efek pemisahan aerospace dan bukan sinyal pelemahan bisnis inti otomasi, building controls, dan energi yang tersisa di bawah ticker HON. Manajemen menegaskan kembali panduan pendapatan 2026 di kisaran 19.90 hingga 20.20 miliar dolar dengan EPS dari operasi berjalan diproyeksikan 5.39 hingga 5.79 dolar. Analis terpecah dalam menilai unit aerospace yang baru berdiri sendiri, dengan target harga tersebar dari 205 hingga 276 dolar. Insider mencatat 25 transaksi equity award, mayoritas bernilai nol dolar kecuali satu grant senilai 74.637 dolar. Dengan Trailing PE 18.08 dan Forward PE 13.53, valuasi Honeywell perlu dibaca hati hati mengingat struktur pendapatan yang baru saja berubah signifikan pasca spin off.

Company Name : Intel Corporation
Ticker & Market : $INTC - Nasdaq
Sector & Industry : Technology - Semiconductors
Headquarters : Santa Clara, California, USA
Market Cap : US$552.06B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 904.17
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 125.00
P/E Growth Ratio (5yr expected): โ
Setelah reli harga saham yang luar biasa, naik sekitar 198 persen sepanjang tahun berjalan di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan, Intel tetap menjanjikan meski sempat terkoreksi tajam dalam sepekan terakhir akibat kekhawatiran valuasi. Pendapatan Data Center dan AI tumbuh 22 persen year over year menjadi 5.05 miliar dolar, sementara Intel juga mulai menaikkan harga jual chip Xeon dan Core Ultra di tengah keterbatasan pasokan, sinyal langka bahwa perusahaan akhirnya memiliki pricing power. Namun perusahaan masih mencatat rugi bersih basis GAAP dengan TTM EPS di negatif 0.60 dolar dan kerugian Foundry sekitar 2.4 miliar dolar per kuartal, membuat valuasi saat ini sangat bergantung pada ekspektasi perbaikan margin ke depan. Analis Wall Street condong berhati hati dengan target harga rata rata sekitar 100 hingga 103 dolar, di bawah harga pasar terkini. Insider mencatat lima transaksi antara 30 Mei dan 1 Juni senilai total 2.02 juta dolar, mayoritas berasal dari satu pembayaran pajak eksekutif. Trailing PE 904.17 dan Forward PE 125.00 mencerminkan laba yang masih tipis, sehingga cerita turnaround Intel baru akan teruji lewat laporan kuartal ini.

Company Name : American Express Company
Ticker & Market : $AXP - NYSE
Sector & Industry : Financials - Credit Services
Headquarters : New York City, New York, USA
Market Cap : US$239.21B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 21.88
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 20.04
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.67
Sahamnya tertekan sekitar 10 persen sepanjang tahun berjalan, namun American Express menyongsong laporan Jumat pagi dengan kinerja kuartal pertama yang justru solid, pendapatan tumbuh 11 persen dan laba bersih naik 15 persen year over year. CEO Stephen Squeri menyebut momentum ini ditopang basis nasabah premium yang relatif tahan terhadap ketidakpastian ekonomi, diperkuat perluasan kemitraan dengan NBA dan status baru sebagai mitra pembayaran resmi NFL. Dari sisi valuasi, Amex diperdagangkan pada P/E sekitar 22 kali, jauh lebih murah dibanding Visa dan Mastercard yang berada di kisaran 31 kali, sementara model intrinsic value menilai saham ini undervalued sekitar 14.7 persen. Analis mempertahankan target harga di rentang 375 hingga 415 dolar, di atas harga pasar saat ini di 336 dolar. Insider mencatat tujuh transaksi award unit ekuivalen saham pada 30 Juni senilai total 235.000 dolar, seluruhnya rutin tanpa anomali. Dengan Trailing PE 21.88, laporan kuartal kedua berpotensi menjadi katalis untuk menutup gap valuasi terhadap sesama raksasa pembayaran.

Company Name : Verizon Communications Inc.
Ticker & Market : $VZ - NYSE
Sector & Industry : Communication Services - Telecom Services
Headquarters : New York City, New York , USA
Market Cap : US$175.87B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 10.27
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 8.48
P/E Growth Ratio (5yr expected): 0.79
Bermodal sentimen positif dari kesepakatan konektivitas kendaraan bersama BMW dan KDDI yang diumumkan 9 Juli, Verizon menutup pekan laporan keuangan pada Jumat dengan memperluas jejaknya di segmen connected car premium, setelah sebelumnya hanya bermitra dengan Volkswagen. Langkah ini penting karena pendapatan layanan wireless diperkirakan relatif datar sepanjang 2026, sehingga Verizon aktif mencari sumber pendapatan recurring baru di luar bisnis ponsel konsumen, termasuk lewat mandat pengelolaan aset pensiun senilai 70 miliar dolar bersama Goldman Sachs. Insider mencatat tujuh transaksi award phantom stock unit pada 1 Juli senilai total 9.891 dolar, seluruhnya rutin untuk eksekutif dan direksi. Analis memberi target harga di rentang 48 hingga 55 dolar, di atas harga penutupan terakhir di 42.45 dolar, dengan Morgan Stanley mencatat rekam jejak akurasi target harga yang tinggi. Dengan Trailing PE 10.27 dan Forward PE 8.48, valuasi Verizon tetap tergolong murah, sejalan dengan pola penilaian rendah yang juga terlihat di sesama emiten telekomunikasi Comcast dan AT&T pekan ini.
Lima laporan pada Kamis dan Jumat ini melengkapi gambaran pekan yang padat, dengan benang merah valuasi murah mendominasi sektor telekomunikasi seperti Comcast dan Verizon, sementara Honeywell dan Intel masing masing membawa kompleksitas tersendiri akibat aksi korporasi dan fase turnaround. American Express menjadi pengecualian menarik sebagai satu satunya emiten keuangan konsumen dalam kalender pekan ini, dengan valuasi yang justru lebih murah dibanding kompetitor sejenisnya. Seperti biasa, perhatikan reaksi pasar di sesi pre market dan volume perdagangan awal sebelum mengambil posisi, karena laporan keuangan kerap memicu pergerakan harga yang tajam dalam waktu singkat.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

Earnings Calendar
| Rabu, 22 Juli | Phillip Morris (BMO), AT&T (BMO), IBM (AMC), Alphabet (AMC), Tesla (AMC) |
Pekan ini menjadi salah satu titik krusial musim laporan keuangan kuartal kedua 2026, dengan Rabu 22 Juli tampil sebagai hari paling padat sekaligus paling beragam. Dalam satu hari yang sama, pasar akan mencerna laporan dari lima emiten yang mewakili sektor yang jauh berbeda satu sama lain, mulai dari konsumer non siklikal, telekomunikasi, teknologi enterprise, hingga internet dan otomotif listrik. Kombinasi ini membuat volatilitas berpotensi menyebar merata ke berbagai sektor indeks utama AS, bukan terkonsentrasi di satu tema saja seperti pekan pekan sebelumnya. Bagi trader CFD, ini artinya peluang muncul dari berbagai arah sekaligus, namun juga menuntut kejelian membaca konteks masing masing emiten karena katalis yang menggerakkan harga sangat spesifik dan tidak bisa disamaratakan. Philip Morris membawa narasi transformasi bisnis smoke free, AT&T bergulat dengan sentimen ancaman Starlink, IBM menunggangi momentum AI dan hybrid cloud, Alphabet melanjutkan tren pertumbuhan double digit, sementara Tesla menghadapi tantangan margin di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat. Berikut pembahasan lengkap kelima emiten yang akan melapor pada 22 Juli, lengkap dengan konteks fundamental dan pandangan analis Wall Street terkini.

Company Name : Philip Morris International Inc.
Ticker & Market : $PM - NYSE
Sector & Industry : Consumer Staples - Tobacco
Headquarters : Stamford, Connecticut, USA
Market Cap : US$143.00B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 6.93
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 8.91
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.44
Philip Morris International (PM) melangkah ke laporan kuartal kedua 2026 pada 22 Juli dengan dua narasi yang berjalan beriringan yaitu transformasi bisnis smoke free dan aktivitas budaya sebagai strategi branding. Konsensus analis memproyeksikan EPS sebesar 2.03, naik dari 1.91 tahun lalu, cerminan pertumbuhan sekitar 6 persen yang konsisten dengan tren pergeseran pendapatan perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, sekitar 43 persen dari total pendapatan PMI sudah berasal dari lini produk bebas asap seperti ZYN dan turunannya, proporsi yang terus membesar dan menjadi alasan pasar memberi premium valuasi pada emiten tembakau ini dibanding kompetitor konvensional yang masih bergantung penuh pada rokok. Regulasi turut memihak PMI setelah FDA memberi otorisasi klaim reduced risk untuk 20 varian produk ZYN, membuka ruang pemasaran lebih lugas ke konsumen dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional. Di sisi lain, peluncuran ZYN America250 Art Series jelang peringatan 250 tahun kemerdekaan AS menunjukkan PMI juga bermain di ranah budaya untuk memperkuat loyalitas merek di kalangan anggota ZYN Rewards. Dari sisi insider, tercatat satu transaksi tax payment oleh Group Controller Reginaldo Dobrowolski senilai 3.739,56 dolar untuk 22 saham, nilai kecil yang tidak mengindikasikan pola tak wajar. Dengan Trailing PE 25.66 dan Forward PE 21.60, pasar tampaknya sudah mengekspektasikan perbaikan margin ke depan seiring bisnis smoke free semakin dominan.

Company Name : AT&T Inc.
Ticker & Market : $T - NYSE
Sector & Industry : Communication Services - Telecom Services
Headquarters : Dallas, Texas, USA
Market Cap : US$146.82B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 7.11
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 9.15
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.48
AT&T (T) memasuki laporan kuartal kedua pada 22 Juli dengan latar belakang yang cukup unik yaitu harga saham tertekan turun sekitar 17 persen sepanjang tahun berjalan, meski kinerja operasional justru relatif solid. Tekanan ini bukan berasal dari fundamental bisnis, melainkan kekhawatiran pasar terhadap potensi ekspansi Starlink milik SpaceX ke segmen layanan wireless AS, yang berpotensi menggerus basis pelanggan telekomunikasi konvensional. Di tengah sentimen negatif itu, AT&T justru mencatat penambahan 294.000 pelanggan postpaid phone dengan churn rendah di 0.89 persen, serta memperluas cakupan konektivitas 400G ke lebih dari 40 kota metro AS untuk mendukung permintaan jaringan enterprise berbasis AI. Akuisisi fiber Lumen yang rampung lebih cepat dari jadwal turut menambah 1.1 juta pelanggan fiber baru. Manajemen mempertahankan panduan 2026 berupa pertumbuhan EBITDA disesuaikan 3 hingga 4 persen dan target arus kas bebas di atas 18 miliar dolar. Namun belanja modal tahunan 23 hingga 24 miliar dolar untuk ekspansi fiber berpotensi menekan margin jangka pendek, ditambah rasio lancar hanya 0.92 yang menandakan ruang likuiditas jangka pendek yang tipis. Dari sisi insider, tujuh transaksi berupa equity award senilai total 687.606,67 dolar tercatat pada akhir Juni, tanpa indikasi anomali. Dengan Trailing PE di 6.93, valuasi AT&T tergolong jauh di bawah rata-rata pasar, mencerminkan skeptisisme yang mungkin sudah berlebihan terhadap ancaman Starlink.

Company Name : International Business Machines Corporation
Ticker & Market : $IBM - NYSE
Sector & Industry : Technology - Information Technology Services
Headquarters : Armonk, New York, USA
Market Cap : US$270.27B
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 25.45
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 23.20
P/E Growth Ratio (5yr expected): 2.68
IBM melaporkan kinerja kuartal kedua 2026 pada 22 Juli, momentum yang datang di tengah reli harga saham 9.85 persen dalam lima hari perdagangan terakhir menjelang tanggal tersebut. Optimisme pasar berakar dari hasil kuartal pertama yang melampaui ekspektasi, dengan pendapatan naik 9 persen year over year menjadi 15.92 miliar dolar dan EPS non GAAP 1.91 dolar, tumbuh 19 persen dari periode yang sama tahun lalu. Segmen Software menjadi mesin pertumbuhan utama dengan kenaikan 11 persen, ditopang Hybrid Cloud Red Hat yang naik 13 persen dan segmen Data yang melonjak 19 persen, sementara Infrastructure tumbuh 15 persen berkat lonjakan 51 persen pada revenue IBM Z seiring permintaan mainframe generasi terbaru tetap kuat. Manajemen menegaskan kembali panduan pertumbuhan pendapatan tahunan di atas 5 persen secara konstan mata uang serta kenaikan arus kas bebas sekitar 1 miliar dolar dibanding tahun lalu. Dukungan institusional turut menguat setelah RBC Capital mempertahankan rating Outperform dengan target harga 300 dolar menyusul kolaborasi IBM dengan program OpenAI Daybreak Cyber Partner, sementara Barclays memulai cakupan dengan rating Overweight dan target 350 dolar. Dari 22 analis, 12 di antaranya merekomendasikan Strong Buy. Dengan Trailing PE 25.62 dan Forward PE 23.36, valuasi IBM masih tergolong wajar dibanding sesama raksasa teknologi mengingat kombinasi pertumbuhan software dan infrastruktur AI yang konsisten terjaga.

Company Name : Alphabet Inc.
Ticker & Market : $GOOG - Nasdaq
Sector & Industry : Communication Services - Internet Content & Information
Headquarters : Mountain View, California, USA
Market Cap : US$4.35T
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 27.08
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 25.19
P/E Growth Ratio (5yr expected): 1.40
Alphabet (GOOG) menuju laporan kuartal kedua pada 22 Juli dengan modal momentum positif, setelah ditutup pada 366.46 dolar pada perdagangan terakhir, naik 1.82 persen dan mengungguli kenaikan S&P 500 maupun Dow pada hari yang sama. Konsensus analis memproyeksikan EPS 2.86 dolar, tumbuh 23.81 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu, dengan estimasi pendapatan 101.22 miliar dolar atau naik 23.86 persen year over year. Untuk keseluruhan tahun, estimasi laba per saham diproyeksikan mencapai 14.32 dolar dan pendapatan 423.63 miliar dolar, masing masing tumbuh 32.47 persen dan 23.54 persen dari tahun sebelumnya, angka pertumbuhan yang tergolong sangat agresif untuk perusahaan sebesar Alphabet. Sentimen tambahan datang dari rotasi pasar ke saham teknologi menyusul optimisme baru terhadap AI setelah pelemahan sektor chip sebelumnya, sementara keterlibatan Alphabet di infrastruktur AI turut menopang persepsi investor terhadap keberlanjutan pertumbuhan bisnis inti pencarian dan cloud. Dukungan Wall Street cukup solid, dengan TD Cowen memasang target harga 475 dolar disertai rekam jejak akurasi historis tinggi, sementara Raymond James baru saja menaikkan rating menjadi Strong Buy dengan target 400 dolar. Dengan Trailing PE 27.17 dan Forward PE 25.25, valuasi Alphabet memang berada di atas rata rata industri internet sebesar 15.37 kali, namun premium ini didukung oleh laju pertumbuhan pendapatan yang jauh melampaui kompetitor sejenis di sektor yang sama.

Company Name : Tesla, Inc.
Ticker & Market : $TSLA - Nasdaq
Sector & Industry : Consumer Discretionary - Auto Manufacturers
Headquarters : Austin, Texas, USA
Market Cap : US$1.53T
Trailing P/E (valuasi berdasarkan laba 12 bulan terakhir): 374.09
Forward P/E (valuasi berdasarkan proyeksi laba 12 bulan ke depan): 178.57
P/E Growth Ratio (5yr expected): 5.11
Tesla (TSLA) memasuki laporan kuartal kedua pada 22 Juli setelah sesi terakhir ditutup melemah 4.02 persen ke 402.90 dolar, koreksi lebih dalam dibanding penurunan S&P 500 dan Nasdaq pada hari yang sama, meski saham masih mencatat kenaikan 2.65 persen dalam sebulan terakhir. Konsensus analis memproyeksikan EPS 0.46 dolar, naik 15 persen dari tahun lalu, dengan estimasi pendapatan 24.47 miliar dolar atau tumbuh 8.76 persen year over year. Salah satu katalis yang dipantau pasar adalah peluncuran Model Y L, SUV tiga baris seharga 61.990 dolar yang menyasar segmen keluarga dan berpotensi memperluas basis pelanggan Model Y. Dari sisi profitabilitas, margin kotor kuartal pertama membaik ke 19.07 persen, namun pertumbuhan EPS justru turun 42.63 persen, sinyal tekanan biaya dan persaingan harga kendaraan listrik masih membebani laba bersih meski volume penjualan relatif terjaga. Dari sisi insider, tercatat enam transaksi senilai total 14.19 miliar dolar, didominasi konversi saham dan pembayaran pajak oleh CEO Elon Musk yang masing masing di atas 7 miliar dolar, tanpa indikasi anomali. Analis terpecah, Wedbush memasang target 600 dolar dengan akurasi historis tinggi, sementara Truist Securities lebih konservatif di 430 dolar. Dengan Trailing PE 360.96 dan Forward PE 200.00, valuasi Tesla jauh di atas rata rata sektor otomotif, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan jangka panjang diluar bisnis mobil konvensional.
Lima laporan keuangan pada 22 Juli ini menawarkan gambaran yang cukup lengkap tentang bagaimana pasar sedang membaca berbagai sektor secara berbeda. Philip Morris dan IBM tampil dengan valuasi yang relatif wajar didukung fundamental yang solid, AT&T justru diperdagangkan pada valuasi murah akibat sentimen negatif yang belum tentu proporsional dengan risiko sebenarnya, sementara Alphabet dan terutama Tesla diperdagangkan pada premium tinggi yang menuntut hasil laporan benar benar sesuai atau melampaui ekspektasi pasar. Bagi trader CFD, perbedaan valuasi dan ekspektasi ini berarti reaksi pasar terhadap hasil laporan berpotensi sangat variatif antar emiten, bahkan bisa berlawanan arah meski dirilis pada hari yang sama. Selalu perhatikan pergerakan harga di sesi pre market dan reaksi awal pasca rilis sebelum mengambil posisi.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

US Treasury Yield 10-tahun ditutup turun di hari Jumat, dan dolar pun berakhir dengan penguatan yang mulai terbatas. Seharusnya kedua hal ini menjadi kabar bagus untuk emas sehingga secara teknis mendukung kenaikan. Tapi situasi geopolitik yang tidak menentu membuat pasar cenderung goyah dan kenaikan emas yang terjadi saat ini relatif rapuh. Artinya, emas bisa saja berbalik turun dengan cepat jika eskalasi geopolitik terus meningkat.
Di sisi lain, inflasi yang melonggar, retail sales yang lemah mendukung untuk Fed tidak menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Dan hal itu menjadi pondasi yang cukup baik untuk kenaikan emas ke depan. Tapi seiring waktu, pasar akan mencermati situasi geopolitik ke depan yang sejauh ini cenderung dibayangi risiko eskalasi atau bahkan kembali ke perang skala penuh.
Terlepas dari data inflasi yang mereda di bulan Juni, kenyataannya harga minyak kembali berada di atas $80 per barel sejak hari Jumat, 17 Juli 2026. Hal ini memicu reaksi ekstra waspada bagi para investor karena kenaikan lebih lanjut dari harga minyak global berpotensi memicu kekhawatiran kembalinya ancaman inflasi global. Dan hal itu berpotensi membuat Fed kembali dalam mempertimbangkan kenaikan suku bunga di akhir tahun 2026.
Pandangan kami kali ini tidak hanya tertuju pada Selat Hormuz saja, melainkan Selat Bab Al-Mandeb yang berada di Laut Merah juga berisiko menjadi tantangan baru untuk pelayaran komersial maupun pasokan energi global. Hal ini mengacu pada ancaman Iran minggu lalu saat merespon pernyataan Trump yang mengancam akan mengincar fasilitas energi Iran di minggu ini jika Iran terus mengganggu pelayaran di Selat Hormuz dan tetap bersikukuh mengenakan bayaran pada setiap kapal yang transit.
Iran meminta Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab Al-Mandeb jika AS benar-benar melaksanakan ancamannya terhadap fasilitas energi Iran. Houtih pun menyetujui dan bersiap untuk melakukan penutupan. Di sisi lain, Trump terus berdiskusi dengan para penasihat keamanannya tentang rencana serangan berikutnya.
Sebagai catatan, AS sudah menyerang Iran untuk hari ke-9 secara berturut-turut, dan serangan terakhir mengutip alasan tewasnya 3 pasukan mereka saat bertugas. Iran di sisi lain tidak tinggal diam, mereka pun menyerang base militer AS yang ada di Kuwait dan Bahrain, juga beberapa negara Teluk lainnya.
Data ekonomi cenderung terbatas pada PMI services dan manufacture, dan new home sales AS di hari Jumat. Sementara data tingkat tinggi lainnya hanya berkutat pada kebijakan ECB di hari Kamis, dan data inflasi Inggris di hari Rabu. Namun, concern kami saat ini cenderung mengarah ke situasi geopolitik sepanjang minggu ini.
Risiko eskalasi meningkat ke perang skala penuh adalah hal yang tidak diharapkan terjadi sehingga peluang diplomasi lebih dikedepankan, di mana kedua pihak tidak menutup pintu untuk hal itu. Jika benar (mengarah ke diplomasi), maka risiko geopolitik reda, emas berpeluang naik.
Sebaliknya, risiko perang skala penuh dan juga penutupan Selat Hormuz maupun Bab Al-Mandeb, adalah risiko yang paling tinggi. Hal ini bisa terjadi jika AS terus lakukan serangannya dan juga Trump mewujudkan ancamannya terhadap fasilitas energi Iran minggu ini. Kondisi ini berpotensi membuat emas tertekan dan zona $3900 bahkan mungkin ditembus.
Berikut hal yang tetap perlu dicermati sepanjang minggu ini dari sisi geopolitik:
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bullish setelah zona support 3943-3960 kembali berhasil menahan tekanan turun yang terjadi sepanjang Jumat. Secara teori seharusnya emas mulai rebound bertahap di zona ini, dan kondisi berikutnya menunggu kenaikan tembus resistance daily 4082-4114. Namun, situasi geopolitik yang memanas di akhir pekan, dan bahkan pagi ini, emas akhirnya dibuka gap down sehingga kami melihat situasi tersebut tidak menguntungkan bagi emas.
Reaksi sesaat adalah emas naik sebagai safe haven. Tapi kekhawatiran gangguan pasokan yang membuat minyak kembali naik, lama kelamaan berpotensi memicu kekhawatiran pasar terhadap inflasi sehingga memicu juga kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed. Kondisi ini yang membuat emas rentan turun kembali. Tapi pembelian bank sentral yang semakin intens baru-baru ini kemungkinan menjadi pondasi dasar bagi emas sehingga tidak diharapkan penurunan yang terlalu tajam sentuh lebih dari 3886-3900.

Di H4, zona kuning kisaran 4047-4080 akan kembali menjadi resistance potensial, sekaligus diperkirakan menjadi area supply yang mungkin akan menahan kenaikan. Sebagai catatan, zona tersebut sudah 2 kali diuji dan keduanya berakhir dengan rejection yang cukup kuat sehingga emas hanya mampu naik di 4103 dan terakhir 4080 lalu turun hingga 3959, level terendah sejauh ini sejak 2 rejection tersebut. Ini berarti jika terjadi kenaikan berikutnya, maka peluang rejection diperkirakan bisa kembali terjadi, terutama selama risiko geopolitik masih membebani pasar.
Sebaliknya, risiko penembusan resistance kuning juga cukup terbuka. Jika dorongan kenaikan cukup kuat, dipicu oleh meredanya eskalasi geopolitik, maka ini akan menjadi peluang untuk kenaikan cepat berikutnya dan melanjutkan hingga kisaran 4119 atau 4137 (high 9 Jul 2026). Dan jika kedua pihak (AS-Iran) kembali ke meja perundingan, maka kondisi ini bisa mendukung kenaikan lebih lanjut untuk menguji zona 4200.
Secara teknis, kami masih pertahankan opsi sell saat ini sampai beberapa waktu kedepan mengingat situasi geopolitik yang masih belum reda sepenuhnya. Segala bentuk tindakan militer di Selat Hormuz berpotensi mengganggu jalur pasokan, sehingga berpotensi memicu kekhawatiran tekanan inflasi baru yang membuat Fed semakin dekat dengan kenaikan suku bunga, akan menjadi alasan kuat untuk tetap incar sell.
Sebaliknya, jika risiko perang skala penuh berhasil dihindari, maka hal itu bisa menjadi peredam kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Fed, sehingga akan ikut memulihkan kepercayaan pasar. Emas akan bereaksi turun terbatas, diikuti kenaikan yang cepat kembali di jalur kenaikan jika skenario ini yang terjadi. Dalam kondisi ini, trader disarankan buang posisi sell, lalu ubah kembali menjadi buy.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 3997.20 dengan high 4008.61, dan low 3970.88. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 20 Juli 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi sell masih aktif, meskipun harga sentuh tertinggi 4028, tapi jika mengacu pada stop loss ideal yang dianjurkan (7-8 poin di atas 4022), maka stop loss belum disentuh. Secara teknis, kami masih melihat tekanan bearish belum selesai dan masih membebani untuk beberapa waktu ke depan, terkait situasi geopolitik.
Dengan demikian, sell tetap masih disarankan, kecuali jika harga berhasil tembus resistance zona 4035-4040. Tapi untuk switch strategi menjadi buy perlu memastikan kondisi geopolitik mereda lebih dulu karena jika belum mereda, kemungkinan kenaikan masih relatif terbatas. Tapi secara teknis, penembusan di atas 4040 berpeluang mendorong harga hingga kisaran resistance kuat berikutnya di kisaran 4070-4080. Trader punya kesempatan untuk melakukan buy jika tembus 4040 dengan catatan hanya untuk memanfaatkan kenaikan terbatas tersebut, kecuali jika risiko geopolitik mulai mereda.
Jika geopolitik mereda, maka emas kemungkinan tembus zona 40304-4038 sehingga strategi buy bisa dipertimbangkan saat tembus 4040, dengan perkiraan emas bisa lanjutkan rebound ke zona 4055-4062 (resistance terdekat berikutnya), dan zona 4073-4080 sebagai potensi resistance berikutnya.
Di sisi lain, jika risiko geopolitik tetap mengintai, maka trader bisa kembali incar sell di zona resistance 4073-4082. Ini disarankan hanya jika strategi sell pertama di 4010-4012 akhirnya sentuh Stop Loss (asumsi 4028-4030 stop loss yang dianggap ideal). Jika sama sekali stop loss tidak disentuh, atau bahkan resistance pertama tidak ditembus, maka tidak perlu melakukan strategi alternatif ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally
Entry: 4018.00 โ 4020.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 3998.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 3940, target terdekat 3930, terjauh 3920, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4030.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di atas 4032.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika geopolitik mereda
(cek kondisi/syarat yang harus dipenuhi di artikel!)
Entry : 3886.00 โ 3888.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 3908.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 3876.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 3875.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
Keterangan :
| Suggest : BUY on Dip Area : 81.80 โ 82.00 Target : 1) 83.50 2) 85.00 SL : 80.30 Alternatif : Follow BUY jika tembus 84.50 Switch to SELL jika tembus 80.00 Level warning : gap 12-15 Jun 2026 di area 83-84 resmi ditutup, Switch To SELL hanya jika geopolitik reda! Cermati perkembangan Selat Hormuz! |



Keterangan :
| Suggest : SELL on Rally Area : 4010.00โ 4012.00 Target : 1) 4000.00 2) 3990.00 SL : 4022.00 (ideal 7-8 points di atas 4022) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3980 Switch to BUY jika tembus 4040 atau jika gagal tembus 3940 Opsi buy : 3960-3978 (kuning), 3886 (low 28 Okt 2025), atau jika geopolitik mereda! |
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures


TOP GAINERS
| 1. Abbot Laboratories (#ABT) +8.60% |
| 2. Philip Morris International (#PM) +6.51% |
| 3. Apple, Inc.ย (#AAPL) +5.26% |
| 4. Chevron Corporationย (#CVX) +4.73% |
| 5. Adobeย (#ADBE) +4.37% |
TOP LOSERS
| 1. International Business Machines Corporationย (#IBM) -27.40% |
| 2. Intel Corporationย (#INTC) -9.35% |
| 3. Oracle (#ORCL) -8.54% |
| 4. Advanced Micro Devicesย (#AMD) -7.42% |
| 5. QUALCOMM Incorporatedย (#QCOM) -7.36% |
Pekan ini pasar saham AS menunjukkan divergensi tajam antar sektor. Di tengah koreksi Nasdaq yang tertekan kekhawatiran belanja AI dan sell off semikonduktor akibat kemunculan model AI open source Kimi K3 dari China, sejumlah nama defensif dan blue chip justru mencatat kenaikan solid berkat laporan keuangan yang melampaui ekspektasi. Musim earnings kuartal kedua menjadi pembeda utama minggu ini, membuktikan bahwa kekuatan fundamental individual jauh lebih menentukan pergerakan harga dibanding sentimen indeks secara keseluruhan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 14 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juli 2026 ($0.63)
52-Week Range: $81.97 - $137.49
Weekly Range: $87.59 - $102.14
Previous Close Price: $100.74 (17 Juli 2026)
Abbott Laboratories (ABT) memimpin daftar penguatan dengan lonjakan lebih dari 8% setelah laporan Q2 yang solid. EPS tercatat $1.31, melampaui estimasi pasar, dengan pendapatan $12.59 miliar. Manajemen bahkan menaikkan proyeksi laba penuh tahun ke kisaran $5.45 sampai $5.60 per saham, ditopang pertumbuhan segmen Diagnostics sebesar 13% yang berhasil menutupi perlambatan di lini Diabetes Care. Saham ditutup di $100.74, dan target harga analis yang berkisar $112 sampai $135 menunjukkan ruang penguatan masih terbuka meski insiden serangan siber di unit diagnostik kanker sempat jadi sorotan.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 25 Juni 2026 ($1.47)
52-Week Range: $142.11 - $194.62
Weekly Range: $175.75 - $194.98
Previous Close Price: $192.68 (17 Juli 2026)
Philip Morris International (PM) naik ditopang persetujuan FDA untuk produk kantong nikotin ZYN sebagai produk risiko termodifikasi, sebuah tonggak regulasi penting untuk transisi perusahaan ke produk bebas asap. Saham sudah menguat 22.3% dalam 90 hari terakhir dan ditutup mendekati level tertinggi 52 minggu di $192.68. Laporan Q2 dijadwalkan rilis 22 Juli dengan ekspektasi pendapatan $10.56 miliar dan EPS $2.04. Catatan penting, P/E saat ini di 27.2x sudah berada di atas rata-rata industri, jadi valuasi mulai mencerminkan ekspektasi optimis pasar.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Mei 2026 ($0.27)
52-Week Range: $201.50 - $334.99
Weekly Range: $312.77 - $335.02
Previous Close Price: $333.70 (17 Juli 2026)
Apple (AAPL) ikut menguat berkat upgrade rating dari HSBC dari Hold ke Buy, dengan target harga dinaikkan tajam dari $260 ke $366. Momentum ini didukung arus kas operasi $82.7 miliar sepanjang paruh pertama tahun fiskal 2026 dan percepatan pertumbuhan pendapatan ke 12.76% di Q2. Pipeline produk seperti iPhone 18 Pro dan rumor iPhone lipat turut memperkuat sentimen, membuat Apple relatif tahan banting di tengah selloff sektor teknologi secara umum. Saham ditutup $333.70, hanya berjarak tipis dari puncak 52 minggu di $334.99.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 31 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 19 Mei 2026 ($1.78)
52-Week Range: $146.49 - $214.71
Weekly Range: $178.58 - $188.17
Previous Close Price: $187.49 (17 Juli 2026)
Chevron (CVX) diuntungkan oleh langkah strategis menandatangani perjanjian awal pengembangan ladang minyak Iraq, West Qurna-2 dan Nasiriyah, yang secara eksplisit bertujuan mengurangi ketergantungan pada jalur Selat Hormuz di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah. Harga minyak yang naik akibat ketegangan kawasan turut mengangkat saham energi. Laporan Q2 dijadwalkan 31 Juli dengan proyeksi EPS $5.60 dan pendapatan $56.17 miliar. Payout ratio yang melonjak ke 122% patut dicermati karena mengindikasikan dividen saat ini dibayar melebihi laba bersih, meski dividend yield 4.21% tetap menarik bagi investor income.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 10 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 24 Maret 2005
52-Week Range: $190.12 - $376.16
Weekly Range: $217.60 - $239.95
Previous Close Price: $236.76 (17 Juli 2026)
Adobe (ADBE) menjadi pengecualian menarik, tetap naik tipis meski sektor teknologi mengalami tekanan berat akibat peringatan IBM soal pergeseran belanja enterprise dari software ke hardware. Saham sempat terkoreksi 41% dari puncak 52 minggu akibat kekhawatiran transisi ke model freemium dan risiko terhadap pertumbuhan pendapatan berulang tahunan. Namun valuasi kini jauh lebih murah dengan P/E di 14.49x, sementara margin operasi tetap kuat di 36.07% dan margin kotor 89.40%, menunjukkan efisiensi biaya masih terjaga di tengah tekanan sentimen.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $204.44 - $332.46
Weekly Range: $204.56 - $296.55
Previous Close Price: $217.51 (17 Juli 2026)
IBM menjadi saham dengan penurunan terbesar minggu ini setelah anjlok signifikan pada hari Selasa akibat hasil awal Q2 yang mengecewakan. CEO Arvind Krishna secara terbuka mengakui hasil ini sebagai kekecewaan, dengan pendapatan hanya naik 1% ke $7.2 miliar, jauh dari estimasi. Penyebab utamanya adalah pergeseran belanja modal enterprise dari mainframe ke server dan storage. Yang lebih mengkhawatirkan, tekanan kompetitif kini juga datang dari sisi AI, di mana tools otomasi coding mulai mengancam relevansi jasa modernisasi sistem legacy yang selama ini jadi andalan IBM. Analis Citigroup dan JP Morgan langsung memangkas target harga meski masih mempertahankan rating masing-masing. Laporan resmi Q2 dijadwalkan 22 Juli, dan valuasi saat ini di 16.85x forward earnings masih premium dibanding rata-rata industri 11.93x.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $142.35
Weekly Range: $89.59 - $109.23
Previous Close Price: $95.06 (17 Juli 2026)
Intel (INTC) tertekan bersama sektor semikonduktor secara luas setelah startup asal China, Moonshot, merilis model AI open source Kimi K3 yang memicu kekhawatiran atas dominasi AS di ruang AI. Indeks PHLX Semiconductor turun lebih dari 9% dalam sepekan akibat sentimen ini, dan saham ditutup di $95.06, masih jauh dari puncak 52 minggu di $142.35. Di sisi lain, Intel punya rekor mengejutkan investor dengan rata-rata earnings surprise 1,443.75% dalam dua kuartal terakhir. Laporan Q2 dijadwalkan rilis 23 Juli dengan proyeksi EPS $0.22 dan pendapatan $14.4 miliar, jadi ada ruang kejutan positif jika histori ini berlanjut.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $121.50 - $345.72
Weekly Range: $122.18 - $138.47
Previous Close Price: $126.48 (17 Juli 2026)
Oracle (ORCL) melanjutkan tren pelemahan tajam, kini turun 47.6% dalam setahun terakhir, seiring investor semakin cemas dengan beban belanja modal untuk infrastruktur AI. Free cash flow tahun fiskal penuh tercatat negatif $23.69 miliar melawan capex $55.66 miliar, memaksa manajemen berencana menggalang sekitar $40 miliar lewat utang dan ekuitas di FY2027. S&P bahkan menurunkan peringkat kredit ke BBB-. Jim Cramer secara terbuka menyarankan investor menjual saham ini karena dianggap terlalu berisiko untuk portofolio pensiun. Namun perlu dicatat, pertumbuhan bisnis cloud infrastruktur (IaaS) tetap kuat naik 93% year over year, dengan remaining performance obligations melonjak 363% ke $638 miliar, jadi ada dua sisi cerita yang saling bertentangan di sini.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $149.22 - $584.73
Weekly Range: $460.28 - $567.44
Previous Close Price: $496.06 (17 Juli 2026)
AMD ikut terseret sentimen negatif sektor chip akibat kekhawatiran kompetisi dari model AI China yang sama, ditambah volatilitas luas di seluruh industri semikonduktor. Meski demikian, histori earnings surprise AMD tetap solid di rata-rata 10.65% dalam dua kuartal terakhir, memberi optimisme jelang laporan Q2 pada 4 Agustus. Sorotan pekan depan ada di konferensi Advancing AI tanggal 22 sampai 23 Juli, di mana perusahaan diperkirakan memperkenalkan lini GPU generasi baru MI500 serta kemungkinan kemitraan baru dengan perusahaan teknologi besar.

Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 3 September 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $164.98 - $188.14
Previous Close Price: $171.92 (17 Juli 2026)
Qualcomm (QCOM) melemah mengikuti tekanan sektor secara umum, namun sebenarnya sedang memperkuat posisi jangka panjang lewat kesepakatan pasokan otomotif dengan Micron dan mitra kendaraan lain, fokus pada kendaraan berbasis AI dan edge computing. Margin kotor sedikit tergerus ke 54.80% dari 55.10% di kuartal sebelumnya, tapi valuasi P/E justru turun tajam ke 13.67x dari 34.90x, membuat saham ini terlihat jauh lebih murah dibanding beberapa bulan lalu. Laporan Q2 dijadwalkan 29 Juli
Secara keseluruhan, pekan ini menegaskan satu pola penting: laporan keuangan individual jauh lebih berpengaruh terhadap harga saham dibanding arah indeks secara umum. Nama seperti ABT dan CVX naik murni karena eksekusi bisnis dan katalis spesifik, sementara IBM dan ORCL turun karena masalah struktural di model bisnis masing-masing, bukan sekadar ikut arus market. Untuk pekan depan, perhatian utama tetap tertuju pada rilis earnings IBM, INTC, AMD, dan QCOM yang berpotensi menambah volatilitas signifikan di masing-masing saham.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures

US Treasury Yield 10-tahun masih cenderung turun, meskipun tidak lebih rendah dibanding sehari sebelumnya. Tapi dolar di sisi lain ditutup rebound sehingga secara tidak langsung membuat emas terhambat. Meski demikian, kunci utama ada pada US Treasury Yield. Jika Yield tetap turun, maka emas punya kesempatan untuk kembali naik di malam hari. Sebaliknya, jika Yield menguat, maka ini akan membuat emas tertekan dan bahkan terancam ditutup di bawah 3940 di akhir pekan ini.
Data retail sales menambah deretan data AS yang lemah minggu ini setelah CPI di hari Selasa dan PPI di hari Rabu dirilis melemah, bahkan basis bulanan dirilis negatif. Core retail sales dirilis -0.2% m/m, lebih rendah dari ekspektasi 0%, dan turun drastic dari bulan sebelumnya 1.0%. Angka ini sudah cukup mewakili situasi dari belanja konsumen AS yang mulai terlihat melemah. Emas seharusnya naik lebih tinggi tadi malam, tapi karena situasi geopolitik yang memanas, membuat emas gagal naik.
Perkembangan Geopolitik Tidak Membaik
AS menyerang 3 jembatan di Provinsi Hormozgan, Iran (Jembatan Layang Bandar Khamir, Jembatan Gariveh, dan satu jembatan lainnya), stasiun kereta api di sebelah barat Bandar Abbas yang terhubung ke Pelabuhan Shahid Rajaei juga menjadi sasaran, dan sebuah menara telekomunikasi di Bandar Abbas. WSJ mengkonfirmasi serangan tersebut ditujukan untuk memutus rute pasokan menuju pangkalan Angkatan laut Bandar Abbas.
Di sisi lain, tentara Iran mengatakan bahwa mereka sudah menyerang fasilitas AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain dengan drone. Sasaran mereka adalah helikopter dan pesawat pengintai P-8, serta menggambarkan aksi tersebut sebagai balasan atas serangan AS ke infrastruktur perkotaan Iran. Tidak hanya itu, Bahrain dan Kuwait juga menjadi sasaran dari aksi balasan Iran. Ledakan dilaporkan terjadi di pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, dan juga serangan di Doha.
Kondisi ini membuat pasar cemas jika situasi berlarut-larut, maka peluang perang terbuka kembali terjadi. Dan dampaknya bisa berlarut-larut ke gangguan pasokan, terutama jika dikaitkan dengan Selat Hormuz. Hal ini bisa kembali membuat inflasi kembali melonjak, sehingga pasar dibayangi kecemasan bahwa Fed masih tetap berpeluang menaikkan suku bunganya, kecuali jika perang segera berakhir, dan gangguan pasokan tidak terjadi seperti awal perang 28 Feb 2026 sehingga tekanan inflasi bisa kembali mereda.
Data ekonomi cenderung lebih ringan dibanding 3 hari terakhir ini. AS hanya akan merilis housing starts, building permits, industrial production dan Michigan consumer sentiment dan expectations. Tapi diantara ketiganya tidak ada yang signifikan bisa mengubah sentimen pasar sehingga peluang malam nanti akan cenderung mewaspadai situasi dan perkembangan geopolitik AS-Iran hingga penutupan akhir pekan.
Risiko eskalasi di akhir pekan adalah yang paling potensial, meskipun di sisi lain bisa saja Trump kembali umumkan pelonggaran (TACO trade). Dengan demikian perlu diingatkan untuk hindari posisi overnight karena skenario apapun bisa tetap terjadi (bisa gap up maupun gap down).
Berikut hal yang tetap perlu dicermati seperti sebelumnya:
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick daily ditutup bearish setelah kenaikan terhenti di 4065, dan retail sales yang rendah tidak cukup untuk mendorong kenaikan di malam hari karena situasi geopolitik yang ikut membebani. Situasi ini akan lebih buruk mengingat eskalasi militer yang biasa terjadi di akhir pekan sehingga strategi kali ini cenderung melihat peluang penurunan bisa berlanjut.
Bahkan secara teknis, zona 3940-3950 kemungkinan terancam. Dan jika ini terjadi, maka peluang 3900 maupun 3886 (low 28 Okt 2025) bisa muncul dalam waktu dekat. Sebaliknya, jika situasi geopolitik mereda, maka kita akan melihat rebound atau kenaikan yang tertunda bisa segera terjadi dan emas berpeluang terdorong naik 2 kali lipat dibanding kenaikan Rabu ataupun Kamis (karena data-data ekonomi yang lemah sudah mendukung kenaikan, sedangkan risiko geopolitik menjadi penghambat).

Di H4, zona kuning kisaran 4047-4080 untuk saat ini masih menjadi resistance tangguh setelah 3 hari berturut-turut membuat kenaikan tak berdaya. Harga kembali turun di bawah zona kuning sehingga tekanan kini membayangi. Zona abu-abu 3960-3985 di sisi lain sedang diuji, dan sejauh ini memang efektif menahan penurunan tersebut sehingga harga berhasil rebound di beberapa kesempatan.
Kita mencari kenaikan yang stabil di atas 4047-4080 (zona kuning) atau minimal bisa bertahan di zona tersebut. Hal ini akan mempermudah jalur kenaikan berikutnya jika situasi geopolitik mereda. Asumsi kami adalah emas sudah mendapat dukungan kenaikan dari data-data ekonomi 3 hari terakhir yang lemah, dan seharusnya sudah naik lebih tinggi di atas 4100. Tapi situasi geopolitik yang membebani, membuat pasar tidak terlalu agresif, sehingga emas justru terhambat. Itu sebabnya perlu geopolitik yang reda atau cooling down untuk membuat emas kembali ke jalur kenaikannya.
Secara teknis, buy untuk beberapa waktu kedepan dibenarkan selama zona abu-abu tidak ditembus. Ini sesuai dengan ulasan kami minggu ini tentang zona support psikologis yang diperkirakan menjadi area demand. Tapi perlu waspada jika zona kuning tetap gagal ditembus, maka risiko penurunan akan tetap menghadang.
Dan jika dalam 2-3 jam ke depan harga tetap di bawah zona kuning, kemungkinan seller akan terus mendominasi, dan risiko penembusan di bawah zona abu-abu sangat terbuka mengingat zona ini menjadi semakin rapuh setelah kesekian kalinya diuji bertubi-tubi. Ini berarti sell akan menekan lebih lanjut, dan potensi tembus 3940 akan membuka peluang tekanan ke zona 3900, atau bahkan sentuh 3886 untuk pertama kalinya sejak 28 Okt 2025.
Sebaliknya, jika dalam 2-3 jam ke depan harga berhasil tembus di atas zona kuning, maka trader bisa pertimbangkan untuk kembali ke strategi buy (tidak disarankan locking! Cut posisi sell, ubah strategi menjadi buy!). Hal ini akan lebih kuat lagi jika situasi geopolitik mereda, atau minimal ada indikasi kedua pihak kembali berhenti berselisih dan kembali ke meja perundingan.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 3997.20 dengan high 4008.61, dan low 3970.88. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 17 Juli 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama saat ini adalah sell di kisaran 4018-4020, dengan alasan bahwa situasi geopolitik akhir pekan yang membebani sentimen kemungkinan akan membuat emas cenderung sulit naik lebih tinggi untuk beberapa waktu ke depan, terutama memasuki libur akhir pekan.
Alternatif lain, trader bisa sell saat harga tembus support 3940 yang dianggap support psikologis terakhir. Jika zona ini tembus, emas diperkirakan turun lebih lanjut dengan peluang zona 3900 maupun 3886 (low 28 Okt 2025) sebagai proyeksi target.
Di sisi lain, kami pun masih konsisten dengan ulasan yang terakhir saat menyebut bahwa zona kuning kisaran 3960-3978 merupakan zona support psikologis di mana demand kemungkinan akan menahan penurunan sementara waktu. Dengan asumsi tersebut, maka short term rebound secara teknis dimungkinkan untuk mengincar buy dengan memanfaatkan peluang rebound sampai zona orange. Dan hal itu terjadi saat artikel ditulis di mana harga berhasil naik dari 3970 ke 4008.
Jika geopolitik mereda (setidaknya untuk beberapa waktu ke depan), maka emas bisa saja lanjutkan rebound ke zona 4030-4038, atau bahkan terjauh zona hijau di kisaran 4055-4062. Trader bisa ubah strategi atau lanjutkan buy saat harga berhasil tembus 4040 (strategi alternatif). Atau alternatif yang dianggap paling ideal adalah membiarkan emas turun di bawah 3940 (Follow sell), lalu keluar saat harga sudah sentuh 3900 atau mendekati 3886, kemudian tunggu isyarat candle reversal + rsi yang oversold untuk kembali buy di zona support tersebut.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi SELL on Rally
Entry: 4018.00 โ 4020.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 3998.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 3940, target terdekat 3930, terjauh 3920, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4030.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di atas 4032.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika geopolitik mereda
(cek kondisi/syarat yang harus dipenuhi di artikel!)
Entry : 3886.00 โ 3888.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 3908.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 3876.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 3875.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright ยฉ 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures



